350 SMK di Jawa Timur Gelar Servis Motor Gratis, Target 8.100 Unit

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi siswa SMK memperbaiki sepeda motor di bengkel sekolah
Ilustrasi/Jatimverse.id

Serentak di 38 Daerah

Sebanyak 350 sekolah menengah kejuruan di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur terlibat dalam program servis sepeda motor gratis untuk masyarakat.

Kegiatan serentak itu digelar Kamis, 8 Oktober 2026 oleh Pemprov Jatim lewat Dinas Pendidikan, sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Targetnya, 8.100 unit kendaraan terlayani.

Siapa yang Terlibat

Peserta terdiri dari 97 SMK negeri dan 253 SMK swasta dengan konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi mencatat sekolah peserta memiliki 55.035 murid di bidang tersebut: 19.700 siswa di sekolah negeri dan 35.335 siswa di sekolah swasta.

Data itu menggambarkan luasnya basis pembelajaran kejuruan yang bisa dihubungkan dengan layanan bagi warga.

Belajar sambil Melayani

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pelayanan langsung dapat mendekatkan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan nyata.

Di bengkel sekolah, siswa berlatih mendiagnosis masalah, merawat kendaraan, mengikuti prosedur kerja, dan berkomunikasi dengan pemilik kendaraan.

Dalam keterangan yang dikutip Ditjen Pendidikan Vokasi, ia menyebut layanan gratis menjadi cara agar potensi pendidikan kejuruan dirasakan masyarakat.

Khofifah juga mengaitkan program ini dengan agenda Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak. Belajar diharapkan tak berhenti pada latihan di kelas atau bengkel, tetapi memberi pengalaman praktik yang relevan.

Target Bukan Realisasi

Angka 8.100 unit adalah sasaran program, bukan capaian final. Rilis belum merinci jumlah kendaraan yang benar-benar selesai diservis di tiap sekolah, jenis layanan, ataupun mekanisme antrean.

Warga perlu memastikan jadwal, syarat kendaraan, dan cakupan servis langsung kepada SMK pelaksana di wilayah masing-masing sebelum datang.

Mutu Pendampingan

Keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan jumlah peserta atau kegiatan, tetapi juga mutu pendampingan, standar keselamatan, ketepatan diagnosis, dan tindak lanjut bila kendaraan membutuhkan suku cadang atau pekerjaan lanjutan.

Pencatatan sederhana tentang jenis pekerjaan, supervisi guru, dan kepuasan pengguna dapat membantu sekolah mengevaluasi kegiatan tanpa mengabaikan keselamatan.

Rilis resmi belum menyajikan rekap pascakegiatan, sehingga angka target tetap perlu dibedakan dari capaian.

Vokasi yang Dekat dengan Masyarakat

Praktik melayani masyarakat memberi siswa gambaran nyata tentang dunia kerja, dari cara menyapa pelanggan sampai kedisiplinan mengikuti prosedur.

Bagi pemilik kendaraan, program ini menjadi kesempatan merawat motor tanpa biaya jasa, sekaligus mengenal kemampuan lulusan SMK di lingkungannya.

Jika dikelola baik, kegiatan semacam ini bisa memperkuat hubungan sekolah dengan dunia usaha dan masyarakat sekitar, serta menumbuhkan kepercayaan terhadap mutu pendidikan kejuruan.

Warga yang ingin memanfaatkan layanan ini sebaiknya menghubungi SMK terdekat untuk menanyakan jadwal dan syarat. Dengan persiapan yang baik, antrean dan kesalahpahaman di lapangan bisa dihindari.

Program serupa dapat menjadi contoh bagi daerah lain, sepanjang pelaksanaannya dicatat dengan baik dan hasilnya dilaporkan terbuka kepada masyarakat.

Wilayah: Surabaya Raya