Pemkab Banyuwangi Luncurkan Teman Lansia, Fokus ke Warga Sepuh Sebatang Kara

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi realistis editorial tentang Teman Lansia menautkan warga sepuh Banyuwangi ke layanan dasar di Kabupaten Banyuwangi, tanpa teks atau logo.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Pemkab Banyuwangi resmi meluncurkan program bernama Teman Lansia pada 8 Oktober 2026.

Program ini dirancang untuk menemukan kebutuhan warga lanjut usia, terutama yang hidup sendiri dan dalam kondisi miskin.

Menjangkau Lansia yang Selama Ini Tak Terjamah

Tim Teman Lansia akan mendata kondisi warga sepuh melalui asesmen digital sekaligus kunjungan lapangan langsung.

Pendekatan ini dipilih karena banyak lansia rentan tidak mampu datang sendiri ke kantor layanan pemerintah.

Penjangkauan aktif menjadi kekuatan utama program, alih-alih menunggu warga melapor lebih dulu.

Satu Data, Banyak Layanan

Temuan kebutuhan dari asesmen akan ditautkan ke sejumlah layanan sekaligus.

Mulai dari layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga bantuan sosial yang relevan bagi tiap lansia.

Satu asesmen terpadu diharapkan mengurangi pengulangan berkas yang biasa menyulitkan warga lanjut usia.

Meski begitu, akses terhadap data pribadi lansia tetap harus dibatasi dan persetujuan warga dijaga ketat.

BPJS Kesehatan dan BPS Dilibatkan

BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik disebut ikut terlibat dalam penguatan data serta akses layanan.

Integrasi antarlembaga ini penting agar temuan di lapangan tidak berhenti sebagai daftar masalah tanpa penanggung jawab.

Prioritas utama program diarahkan kepada lansia sebatang kara dan keluarga miskin yang belum terjangkau program pemerintah mana pun.

Kata Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan latar belakang program ini secara langsung.

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.

Yang Masih Perlu Dipantau

Hingga peluncuran diumumkan, target jumlah penerima dan jadwal penjangkauan per kecamatan belum disebutkan secara rinci.

Keluarga, tetangga, dan pemerintah desa perlu mengetahui kanal pelaporan tanpa harus membuka informasi pribadi lansia yang bersangkutan.

Ukuran keberhasilan program ini pada akhirnya akan dilihat dari kebutuhan yang benar-benar terselesaikan, bukan sekadar jumlah warga yang berhasil didata oleh tim di lapangan.

Tren Populasi Lansia di Jawa Timur

Jawa Timur termasuk provinsi dengan jumlah penduduk lanjut usia yang terus bertambah setiap tahun.

Pertambahan ini membuat kebutuhan terhadap layanan ramah lansia, mulai dari kesehatan hingga bantuan sosial, menjadi semakin mendesak di tingkat kabupaten.

Program berbasis penjangkauan aktif seperti Teman Lansia dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Peran Keluarga dan Tetangga

Selain peran pemerintah, keluarga dan tetangga tetap memegang posisi penting dalam memastikan lansia sebatang kara tidak terlewat dari pendataan.

Kanal pelaporan berbasis komunitas dapat melengkapi kerja tim resmi tanpa mengorbankan privasi warga lanjut usia yang bersangkutan.

Kolaborasi semacam ini pada akhirnya akan menentukan seberapa jauh program ini bisa menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Wilayah: Tapal Kuda