Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember melakukan pengawasan mutu pakan dan sosialisasi aturan pada empat poultry shop pada 14 Oktober 2026.
Toko yang didatangi adalah Ternak Sejahtera, Prima, Kalijogo, dan Ternak Agung.
Pemeriksaan mencakup kondisi penyimpanan, sanitasi, kemasan, nomor pendaftaran pakan, serta kesesuaian informasi pada label produk.
Dua toko, yakni Ternak Sejahtera dan Kalijogo, dinyatakan telah memenuhi standar yang diperiksa petugas.
Toko Prima dan Ternak Agung mendapat saran untuk menggunakan palet agar karung pakan tidak bersentuhan langsung dengan lantai.
Pada Ternak Agung, petugas juga menemukan ketidaksesuaian warna label yang perlu segera diperbaiki pihak toko.
Fungsi Palet yang Sering Dianggap Sepele
Palet tampak sebagai hal sederhana, tetapi fungsinya cukup penting dalam menjaga mutu pakan.
Karung yang diletakkan langsung di lantai lebih mudah terpapar kelembapan, kotoran, atau genangan air.
Kondisi tersebut dapat menurunkan mutu pakan dan membuka peluang pertumbuhan jamur di dalam kemasan.
Jarak dari lantai juga memudahkan proses pembersihan serta pemeriksaan hama di area penyimpanan.
Label pakan menjadi jembatan informasi antara produsen, pedagang, dan peternak sebagai pengguna akhir.
Peternak perlu mengetahui jenis pakan, sasaran ternak, kandungan, masa simpan, serta identitas produk secara jelas.
Nomor pendaftaran membantu memastikan produk beredar melalui mekanisme yang telah diatur oleh regulasi.
Ketidaksesuaian label tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan kesalahan pilih atau menyulitkan penelusuran bila muncul masalah di kemudian hari.
Pengawasan toko tidak bisa menggantikan kewaspadaan peternak itu sendiri.
Pembeli sebaiknya memeriksa keutuhan kemasan, tanggal produksi, bau, tekstur, dan kondisi pakan sebelum benar-benar digunakan.
Tindak Lanjut Jadi Ukuran Keberhasilan Pembinaan
Pakan yang menggumpal, berjamur, berubah bau, atau kemasannya rusak perlu segera ditanyakan kepada penjual.
Bukti pembelian dan foto label dapat membantu bila keluhan harus disampaikan ke pihak berwenang.
Tindak lanjut menjadi bagian penting setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
Saran mengenai palet dan label perlu memiliki batas waktu serta pemeriksaan ulang yang jelas.
Pemerintah juga perlu membedakan temuan administratif dengan temuan yang berisiko langsung pada kesehatan ternak.
Dengan pengawasan berkala dan informasi yang transparan, pasar pakan dapat menjadi lebih tertib, peternak terlindungi, dan biaya produksi akibat pakan bermutu buruk dapat ditekan.
Petugas juga semestinya memeriksa prinsip rotasi stok, di mana karung yang lebih dulu masuk seharusnya lebih dulu dijual.
Gudang yang terlalu padat membuat tanggal produksi sulit terlihat dan meningkatkan risiko kemasan tertusuk benda tajam.
Pencatatan pemasok serta nomor batch akan membantu penelusuran apabila ditemukan produk bermasalah pada ternak peliharaan warga.
Peternak yang menemukan pakan mencurigakan dapat menyimpan kemasan, nomor batch, dan sebagian sampel dalam kondisi tertutup sebelum melapor kepada pihak terkait.



