Bakesbangpol Jember Ajak Ratusan Santri Lawan Narkoba dan Judi Online

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi edukasi pencegahan narkoba dan judi online bagi santri
Ilustrasi/Jatimverse.id

JEMBER — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggerakkan ratusan santri dalam kegiatan pencegahan narkoba dan judi daring, Rabu (14/10/2026).

Acara di Aula Praja Mukti dimulai pukul 09.30 WIB mengangkat tema “Lawan Narkoba, Tolak Judol, Bangun Masa Depan”. Sasarannya jelas: menanamkan pesan pencegahan langsung di lingkungan generasi muda.

Dua Risiko, Satu Forum

Menggabungkan isu narkoba dan judi online dalam satu forum bukan tanpa alasan. Keduanya sama-sama bisa merusak pengambilan keputusan, relasi keluarga, dan masa depan pendidikan.

Meski bentuknya beda, dua risiko ini butuh kemampuan yang sama: mengenali pola bujukan, menolak ajakan, dan mencari pertolongan sebelum masalah membesar.

Lingkungan Pesantren Jadi Kekuatan

Santri punya lingkungan belajar yang khas karena aktivitas pendidikan, keagamaan, dan keseharian berlangsung dalam satu komunitas.

Kondisi ini bisa jadi kekuatan pencegahan kalau pengasuh, guru, dan teman sebaya punya pemahaman yang sama. Pesan sosialisasi perlu diterjemahkan jadi aturan jelas dan saluran konsultasi yang aman.

Bukan Bukti Ada Kasus

Rilis resmi tidak memuat hasil tes, temuan kasus, atau identitas peserta yang bermasalah.

Karena itu, kegiatan ini harus dibaca sebagai edukasi dan pencegahan—bukan bukti bahwa peserta atau lembaga tertentu terkait penyalahgunaan narkoba maupun judi daring. Pembedaan ini penting biar program pencegahan tidak melahirkan stigma.

Materi Tak Boleh Berhenti di Larangan

Santri perlu memahami bagaimana judi online memanfaatkan transaksi digital, cara promosinya tersebar, dan mengapa janji untung cepat itu berisiko.

Untuk narkoba, pembahasan bisa diarahkan ke bahaya zat, tekanan pergaulan, hingga jalur pelaporan yang melindungi keselamatan pelapor.

Peran Teman Sebaya

Perubahan perilaku sering kali lebih dulu kelihatan oleh orang yang berinteraksi setiap hari dengan si anak.

Tapi peserta tidak boleh didorong main hakim sendiri. Langkah amannya: sampaikan kekhawatiran ke pengasuh atau petugas kompeten, lalu pastikan penanganan berjalan berdasarkan fakta.

Bakesbangpol bisa mengukur dampak kegiatan dari tindak lanjutnya, bukan cuma jumlah peserta. Sekolah dan pesantren bisa diminta menyusun rencana sederhana, seperti penanggung jawab konsultasi dan materi pengingat berkala.

Kegiatan ini membuka ruang bagi pesantren jadi bagian dari perlindungan sosial generasi muda. Tantangannya: menjaga edukasi tetap relevan seiring pola peredaran dan promosi judi daring yang terus berubah.

Keluarga santri juga perlu menerima pesan yang selaras. Saat tanda masalah muncul waktu libur atau di rumah, wali butuh jalur konsultasi yang tidak menghakimi.

Kerja Sama Lintas Lingkungan

Kerja sama pesantren, keluarga, Bakesbangpol, dan layanan terkait membuat pencegahan berlangsung di lebih dari satu lingkungan, tidak cuma selesai begitu acara di Aula Praja Mukti bubar.

Ratusan santri yang hadir hari ini sudah diajak membangun kesadaran. Hasil nyatanya akan terlihat dari konsistensi pendampingan dan keterbukaan melapor ke depannya.

Jember, dengan jumlah pesantren yang besar, punya kepentingan menjadikan pola edukasi semacam ini rutin, bukan cuma kegiatan satu kali yang berhenti setelah tema acara berganti.

Wilayah: Tapal Kuda