Dinkes PPKB Jember Petakan Anak Belum Lengkap Imunisasi untuk Bulan Kejar

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi pelayanan imunisasi anak di Jember
Ilustrasi/Jatimverse.id

JEMBER — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember mematangkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar lewat rapat evaluasi pada 13–14 Oktober 2026.

Kepala UPT puskesmas dan koordinator imunisasi dilibatkan untuk membaca capaian program sampai Agustus, sekaligus memetakan anak yang belum pernah atau belum lengkap menerima imunisasi sesuai usianya.

Bukan Langsung Buka Layanan Massal

Imunisasi kejar ditujukan menutup ketertinggalan dosis. Karena itu, tahap pertama bukan langsung buka layanan massal, melainkan memastikan dulu siapa yang jadi sasaran.

Catatan puskesmas, buku kesehatan anak, dan info dari keluarga perlu dicocokkan biar anak tidak terlewat atau malah tercatat ganda.

Empat Hal yang Dibahas

Rapat membahas identifikasi sasaran, pemetaan wilayah, penguatan pendataan, dan penyusunan strategi pelayanan. Keempat unsur ini saling berkaitan.

Daftar nama tanpa alamat jelas bikin petugas kesulitan, sementara pemetaan wilayah tanpa riwayat dosis juga tak cukup untuk menentukan layanan yang dibutuhkan tiap anak.

Data Belum Dirilis

Rilis resmi belum menyebut jumlah anak sasaran, persentase capaian per kecamatan, atau jadwal rinci layanan.

Angka-angka ini mesti diterbitkan setelah data selesai diperiksa, biar orang tua tahu cakupan masalah dan lokasi layanan terdekat.

Puskesmas Jadi Simpul, Tapi Butuh Dukungan

Puskesmas jadi simpul pelaksanaan karena punya jaringan layanan dan petugas imunisasi. Tapi penjangkauan mungkin perlu dukungan pemerintah desa, sekolah, kader, dan posyandu.

Mereka bisa membantu menyampaikan jadwal dan mengidentifikasi keluarga yang sulit datang, sementara keputusan layanan tetap di tangan tenaga kesehatan.

Info yang Dibutuhkan Orang Tua

Orang tua butuh info sederhana: imunisasi apa yang belum lengkap, kapan anak bisa menerima dosis, apa yang perlu dibawa, dan ke mana harus bertanya kalau riwayatnya tidak jelas.

Penjelasan harus menghindari istilah teknis yang membingungkan. Catatan setelah pelayanan juga penting, biar keluarga punya bukti dosis yang sudah diterima.

Evaluasi sampai Agustus memberi dasar untuk melihat wilayah dengan kesenjangan paling besar. Strategi tidak harus sama di seluruh Jember—daerah dengan hambatan jarak bisa perlu layanan bergerak, sedangkan wilayah padat mungkin butuh tambahan sesi.

Keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, tapi dari berkurangnya anak yang dosisnya tertinggal dan membaiknya kualitas pencatatan.

Anak yang riwayatnya tidak tercatat memerlukan penelusuran khusus. Petugas bisa bantu keluarga memeriksa dokumen yang ada dan menentukan langkah sesuai pedoman yang berlaku.

Keputusan Medis Harus Tetap di Tangan Ahlinya

Keputusan medis tidak boleh dibuat oleh pihak yang tidak berwenang hanya untuk mengejar target angka capaian program.

Setelah dua hari rapat evaluasi ini, Dinkes PPKB diharapkan segera menerjemahkan hasil pemetaan menjadi jadwal layanan yang bisa diakses warga di tiap kecamatan.

Keberhasilan Bulan Imunisasi Kejar nantinya akan jadi penanda apakah Jember benar-benar mampu menutup kesenjangan cakupan imunisasi anak di seluruh wilayahnya.

Wilayah: Tapal Kuda