Target Sebelum Tahun Baru
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan frontage road di ruas Buduran beroperasi penuh sebelum libur Tahun Baru 2027.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 15.32 WIB, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Mohammad Machmud, mengatakan pembebasan bangunan terakhir di jalur itu sedang dipercepat agar pekerjaan fisik bisa berlanjut.
Pembongkaran Terakhir
Pemkab berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo soal pembongkaran bangunan terakhir.
Menurut Machmud, pembongkaran ditargetkan selesai paling lambat Senin, 12 Oktober. Material sisa pembongkaran akan dikembalikan kepada KAI sebagai pemilik resmi lahan.
Setelah lokasi bersih, tim teknis akan menyiapkan tanah dan fondasi konstruksi.
Ukuran dan Jadwal
Ruas yang dibahas sepanjang sekitar 350 meter dengan lebar badan jalan sekitar tujuh hingga delapan meter.
Pekerjaan teknis dibagi dua segmen utama, masing-masing sekitar 150 meter.
Jadwalnya, pembersihan dan penataan lahan berlangsung hingga awal Desember. Konstruksi dan pengaspalan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember.
Uji coba dan operasional penuh diharapkan berjalan sebelum libur Tahun Baru.
Harapan untuk Koridor Waru–Sidoarjo
Jalur ini diproyeksikan membantu menampung arus kendaraan dari koridor Waru–Sidoarjo, yang kerap padat pada jam sibuk dan akhir pekan.
Namun, target waktu masih bergantung pada penyelesaian pembongkaran, kesiapan lahan, dan kelancaran tahap konstruksi.
Karena itu, perkembangan proyek sebaiknya dilihat dari capaian tiap tahap, bukan hanya tanggal operasi yang direncanakan.
Dampak bagi Pengguna Jalan
Jalan baru bisa memberi pilihan rute tambahan. Meski begitu, pengaruhnya terhadap kemacetan bergantung pada sambungan ke jaringan jalan sekitar, pengaturan simpang, dan perilaku pengguna.
Informasi tentang rekayasa lalu lintas sementara, akses warga dan usaha di sekitar proyek, serta jadwal penutupan jalan akan membantu masyarakat bersiap selama pekerjaan.
Bukan Sekadar Pekerjaan Teknik
Koordinasi dengan KAI dan Kejaksaan menunjukkan bahwa penyelesaian proyek tidak hanya urusan teknik. Status aset, proses pengosongan, dan penyerahan material juga harus ditata tertib.
Setelah jalan jadi, pemeliharaan permukaan, penerangan, drainase, dan keselamatan pengguna akan menentukan apakah manfaatnya bertahan lama.
Pemkab dapat menjaga kepercayaan publik dengan memperbarui progres secara berkala, terutama bila ada perubahan jadwal atau kendala lapangan. Informasi yang konsisten membantu warga membedakan target rencana dari pekerjaan yang benar-benar selesai.
Jalan Paralel dan Arus Lalu Lintas
Frontage road lazim dibangun untuk memisahkan kendaraan lokal dari lalu lintas utama. Dengan begitu, kendaraan yang keluar-masuk permukiman dan usaha tidak langsung mengganggu laju kendaraan di jalur utama.
Manfaat itu baru terasa bila akses masuk, marka, dan rambu ditata dengan baik.
Warga sekitar juga perlu mendapat informasi yang cukup sejak pembangunan, supaya aktivitas usaha dan mobilitas harian tetap berjalan dengan gangguan seminimal mungkin.



