Peluncuran di Dua Tahun UHC
Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan layanan Mobil Cinta untuk membantu mengantar pasien pulang setelah menyelesaikan perawatan di rumah sakit.
Layanan ini diperkenalkan Kamis, 8 Oktober 2026, dalam rangkaian peringatan dua tahun program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Jember. Jatimnet menerbitkan laporannya Jumat, 9 Oktober pukul 08.00 WIB.
Pulang pun Perlu Dibantu
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa layanan kesehatan tidak hanya soal biaya berobat.
Setelah dirawat, perjalanan pulang bisa jadi tantangan, terutama bagi warga yang membutuhkan dukungan mobilitas. “Pulangnya kita antar pakai Mobil Cinta ini,” kata Fawait.
Mobil Cinta melengkapi UHC dan layanan Homecare yang sebelumnya disiapkan Pemkab. UHC memperluas akses pembiayaan lewat kepesertaan JKN, sedangkan Homecare mendekatkan pelayanan ke masyarakat.
Angka Kepesertaan JKN
Data BPJS Kesehatan menunjukkan cakupan kepesertaan JKN di Jember mencapai 98,69 persen, atau 2.613.815 jiwa, per 1 Oktober 2026.
Peserta berstatus aktif berjumlah 2.128.173 jiwa, sekitar 80,3 persen dari total penduduk.
Selisih cakupan dan status aktif patut diperhatikan, sebab kepesertaan yang tercatat belum tentu bisa dipakai bila statusnya tidak aktif.
Biaya Layanan
Hingga September 2026, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 1,5 juta kasus pelayanan kesehatan peserta JKN di Jember. Total biayanya Rp1,42 triliun.
Sekitar Rp593 miliar digunakan untuk layanan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran yang dibiayai pemerintah daerah dan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah.
Detail yang Belum Diumumkan
Rilis Jatimnet belum merinci kapasitas Mobil Cinta, jam layanan, cara pemesanan, kriteria pasien, maupun cakupan wilayah.
Informasi itu penting agar warga tahu cara mengakses bantuan dan kendaraan dapat diprioritaskan secara adil. Ketersediaannya juga bergantung pada jumlah armada, koordinasi rumah sakit, dan kebutuhan pasien saat pulang.
Program ini memperluas perhatian dari pembiayaan pengobatan ke perjalanan pasien setelah dirawat. Manfaatnya dapat diukur dari jumlah pasien yang dilayani, ketepatan waktu, wilayah jangkauan, dan pengalaman pengguna.
Layanan Kesehatan yang Utuh
Pembiayaan kesehatan hanya salah satu bagian dari layanan. Transportasi pulang, perawatan lanjutan di rumah, dan pemantauan kondisi pasien juga memengaruhi pemulihan.
Bagi pasien lansia atau mereka yang masih lemah, kendaraan antar dapat mengurangi beban keluarga.
Agar layanan berjalan adil, pengelola perlu menetapkan aturan pemesanan yang sederhana dan mengumumkannya kepada warga, sehingga bantuan sampai kepada yang paling membutuhkan.
Bagi keluarga pasien, kepastian soal syarat dan cara menghubungi layanan akan sangat membantu. Sampai informasi itu diumumkan, warga disarankan bertanya ke rumah sakit atau Pemkab Jember.
Pemantauan oleh BPJS Kesehatan dan Pemkab terhadap peserta berstatus tidak aktif juga penting, sebab warga baru menyadari kendala itu ketika membutuhkan layanan. Pengecekan status secara berkala dapat mencegah hal tersebut.



