Pemerintah Kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri melakukan inspeksi harga bahan pokok di Pasar Soponyono, Wonokromo, Pucang, Genteng, dan Tambahrejo.
Pemeriksaan diarahkan pada harga eceran, stok, dan jalur distribusi komoditas yang banyak dibeli warga sehari-hari.
Salah satu temuan adalah Minyakita yang dijual sekitar Rp16.000 per liter, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700.
Pemerintah kota menelusuri pasokan yang disebut berasal dari distributor tidak resmi.
Temuan ini perlu ditindaklanjuti pada rantai distribusi, karena selisih di tingkat pedagang dapat berawal dari harga beli dan mata rantai tambahan sebelumnya.
Minyakita dan Daging Sapi Jadi Sorotan Utama
Harga daging sapi di lokasi pemeriksaan tercatat sekitar Rp140.000 per kilogram.
Pemerintah juga mengaitkan perubahan harga sejumlah komoditas dengan kondisi pasokan dan cuaca yang berlangsung belakangan ini.
Perbandingan antarpasar menjadi penting karena harga tidak selalu bergerak seragam di setiap lokasi.
Ukuran, kualitas, dan jenis barang harus dicatat agar angka yang dibandingkan benar-benar setara satu sama lain.
Sidak dapat memberi gambaran cepat mengenai kondisi pasar, tetapi pengendalian harga membutuhkan pemantauan yang berkala.
Data harian membantu melihat apakah kenaikan bersifat sementara, terjadi pada satu pasar saja, atau justru menyebar ke pasar lain.
Bila masalah berasal dari distribusi, intervensi yang diperlukan berbeda dengan keadaan ketika produksi turun akibat cuaca buruk.
Pemerintah perlu menjelaskan dasar tindakan yang diambil, agar pedagang dan konsumen memahami situasi dengan baik.
Warga dapat membantu dengan melaporkan temuan melalui kanal Sayang Warga atau nomor layanan yang disediakan Pemkot Surabaya.
Penelusuran Distributor Jadi Langkah Berikutnya
Laporan yang berguna memuat lokasi, tanggal, nama komoditas, satuan, harga, dan bila memungkinkan disertai bukti pembelian.
Informasi yang rinci memudahkan petugas membedakan pelanggaran, kesalahan label, dan variasi produk di lapangan.
Bagi rumah tangga, hasil sidak belum berarti semua harga langsung turun begitu saja.
Manfaat paling terdekat adalah koreksi pada jalur distribusi yang tidak sesuai dan tersedianya data untuk operasi pasar atau koordinasi pasokan selanjutnya.
Pemerintah perlu mengumumkan hasil tindak lanjut, terutama terkait Minyakita, sehingga publik dapat menilai apakah pemeriksaan lima pasar ini menghasilkan perubahan nyata.
Pemeriksaan lima pasar perlu diikuti penelusuran faktur dan distributor lebih lanjut.
Jika Minyakita datang melalui saluran tidak resmi, petugas perlu memastikan asal barang, legalitas, dan alasan harga melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan.
Penindakan harus menyasar mata rantai yang bertanggung jawab, bukan hanya pedagang kecil di ujung distribusi.
Konsumen juga perlu membedakan harga promosi dan harga normal serta memeriksa ukuran kemasan secara teliti sebelum membeli.
Pemkot juga dapat menerbitkan tabel harga per pasar dengan satuan yang seragam agar warga lebih mudah membandingkan.
Data semacam itu membantu menilai apakah operasi pasar berikutnya memang diperlukan atau cukup dengan koreksi distribusi semata.
Jika harga turun setelah koreksi distribusi dilakukan, hasilnya perlu diumumkan kepada publik secara terbuka.



