JEMBER — Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Sumberjambe menggelar selawat bersama di Lapangan Desa Gunungmalang, Selasa (13/10/2026), mulai pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini jadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan menghadirkan KH Kholil Yasin dari Madura untuk menyampaikan tausiah kepada masyarakat.
Lapangan Desa Jadi Ruang Berkumpul
Pemilihan lapangan desa membuat kegiatan berlangsung di ruang terbuka yang dekat dengan warga.
Lapangan bukan cuma tempat olahraga atau upacara, tapi juga ruang pertemuan sosial dan keagamaan. Kehadiran masyarakat dalam selawat bersama ini memperlihatkan bagaimana Hari Santri diterjemahkan jadi kegiatan di tingkat kecamatan.
Meriah dan Khidmat
Rilis resmi menggambarkan acara berlangsung meriah dan khidmat, dengan tujuan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat keagamaan.
Sumber belum mencantumkan jumlah peserta, susunan panitia lengkap, atau anggaran pelaksanaan.
Ulama dari Madura Hadir
Kehadiran ulama dari Madura ini mempertemukan jejaring keagamaan lintas wilayah. Tausiah memberi unsur edukasi di tengah kegiatan bersama.
Isi rinci ceramah tidak dicantumkan dalam rilis yang diperiksa, jadi tidak tepat menambahkan pesan atau kutipan yang tidak tersedia sumbernya.
Jalur Kebudayaan yang Akrab
Hari Santri biasanya diperingati lewat upacara, lomba, pengajian, dan kegiatan sosial. Selawat di Gunungmalang mengambil jalur kebudayaan keagamaan yang akrab bagi masyarakat setempat.
Nilainya bukan cuma di panggung, tapi juga di pertemuan warga, santri, guru diniyah, dan tokoh setempat dalam satu ruang.
PR Setelah Acara Usai
Panitia tetap perlu memperhatikan pengelolaan acara terbuka—arus masuk, tempat kendaraan, kebersihan, dan akses bagi lansia menentukan kenyamanan peserta.
Setelah kegiatan, lapangan harus dikembalikan dalam kondisi baik. Aspek ini jadi ukuran penyelenggaraan yang bertanggung jawab, meski tidak selalu tampak di dokumentasi utama.
Bagi FKDT, momentum ini bisa dilanjutkan dengan kegiatan pendidikan yang lebih teratur—penguatan madrasah diniyah, ruang belajar bagi guru, hingga aktivitas remaja yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Gunungmalang mendapat catatan penting dalam rangkaian Hari Santri Jember tahun ini. Warga berkumpul di lapangan desa, berselawat, dan mendengarkan tausiah tanpa harus pergi ke pusat kabupaten.
Dokumentasi kegiatan sebaiknya mencatat peran madrasah diniyah dan kelompok warga yang terlibat, sebagai bahan evaluasi untuk peringatan Hari Santri tahun berikutnya.
Catatan Jadi Bekal Tahun Depan
Arsip tersebut berguna untuk melihat kebutuhan waktu, fasilitas, dan pola kehadiran peserta, sehingga panitia bisa menyusun kegiatan yang lebih efisien tanpa menghilangkan sifat terbuka dan khidmat acara.
Kegiatan keagamaan di ruang publik seperti ini perlu menjaga kenyamanan warga sekitar lewat pengaturan pengeras suara, kebersihan, dan lalu lintas.
Kerja panitia setelah acara usai sama pentingnya dengan susunan kegiatan yang tampil di panggung selawat Gunungmalang.
Warga Sumberjambe pun berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut setiap tahun, sebagai ruang bertemu bagi santri, guru diniyah, dan masyarakat lintas desa.



