Program Magister Baru Diresmikan
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya meresmikan Program Magister Kajian Turats pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam peresmian tersebut di kampus UINSA.
Sekitar 400 naskah turats telah teridentifikasi, dan sekitar 200 di antaranya sudah didigitalisasi menurut laporan yang beredar.
Merawat Warisan Keilmuan Pesantren
Turats merujuk pada karya keilmuan klasik yang diwariskan lewat manuskrip dan tradisi kajian ulama terdahulu.
Program magister ini membuka ruang akademik untuk menelaah teks, konteks, dan relevansinya melalui pendekatan pendidikan tinggi.
“Ini bagian dari ikhtiar kita merawat dan mengembangkan khazanah keilmuan yang diwariskan para ulama,” ujar Khofifah.
Ia menekankan bahwa digitalisasi dapat membantu pelestarian sekaligus pemanfaatan naskah bagi generasi berikutnya.
Selisih Naskah yang Belum Terdigitalisasi
Data sekitar 400 naskah teridentifikasi dan 200 terdigitalisasi memberi gambaran awal tentang skala pekerjaan yang harus dituntaskan.
Selisih keduanya mengisyaratkan masih ada naskah yang belum masuk proses digitalisasi, meski alasan dan jadwalnya belum dirinci.
Digitalisasi dapat mengurangi kebutuhan menangani dokumen fisik berulang kali, tetapi kualitas salinan dan penyimpanan jangka panjang tetap perlu dikelola.
Menghubungkan Kajian dengan Riset Mahasiswa
Program magister ini dapat menghubungkan kajian teks klasik dengan kemampuan riset mahasiswa pascasarjana UINSA.
Hasil yang bisa dipantau ke depan antara lain kurikulum, karya ilmiah, katalog yang diterbitkan, dan kerja sama dengan pemilik koleksi naskah.
Informasi itu akan menunjukkan bagaimana program ini menerjemahkan tujuan pelestarian menjadi kegiatan akademik yang konkret.
Langkah Berikutnya
Peresmian ini menandai dimulainya program studi, sementara pengembangan koleksi dan pembelajaran merupakan kerja yang berkelanjutan.
Masyarakat dapat memantau pengumuman UINSA tentang penerimaan mahasiswa baru, akses katalog, serta perkembangan digitalisasi naskah turats selanjutnya.
Sampai rincian lebih lanjut diumumkan, belum tepat mengasumsikan seluruh naskah sudah tersedia secara daring atau bebas diakses publik.
Tren Digitalisasi Manuskrip di Indonesia
Sejumlah perguruan tinggi keagamaan di Indonesia belakangan mengembangkan program serupa untuk melestarikan manuskrip klasik pesantren dan keraton.
Digitalisasi naskah kuno umumnya melibatkan pemindaian, transliterasi, dan penyusunan katalog agar dokumen dapat diakses peneliti tanpa merusak fisik aslinya.
Jawa Timur dikenal memiliki banyak koleksi manuskrip di lingkungan pesantren tua, sehingga program akademik seperti ini berpotensi menjangkau koleksi yang tersebar di berbagai daerah.
Keberhasilan program ke depan akan bergantung pada konsistensi pendanaan, tenaga ahli filologi, dan kerja sama dengan pemilik naskah.
Mahasiswa program magister baru ini diharapkan dapat menghasilkan kajian yang mempertemukan metode akademik modern dengan tradisi keilmuan pesantren klasik.
Kampus lain di Jawa Timur juga berpotensi terdorong membuka program sejenis apabila UINSA menunjukkan hasil nyata dari digitalisasi naskah ini.



