Polres Ngawi Gelar Pojok Kamtibmas di Pasar Jadoel Taman Wisata Tawun

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi diskusi warga dan petugas di pasar wisata Tawun
Ilustrasi/Jatimverse.id

Dialog di Tengah Keramaian Pasar

Polres Ngawi membawa forum Pojok Kamtibmas ke tengah keramaian Pasar Jadoel di kawasan Taman Wisata Tawun, Kecamatan Kasreman. Dialog bersama warga berlangsung Minggu, 11 Oktober, dan dipublikasikan sehari kemudian.

Pemilihan pasar wisata membuat forum berada dekat dengan aktivitas masyarakat. Pedagang, pengunjung, pengelola, dan warga sekitar punya pengalaman berbeda tentang keamanan.

Mereka dapat menyampaikan masalah saat kegiatan berlangsung, tanpa harus datang ke kantor kepolisian.

Risiko Khas Sebuah Pasar

Pasar punya risiko yang khas: kehilangan barang, parkir tidak tertib, perselisihan transaksi, anak terpisah dari keluarga, dan kepadatan pada jam tertentu.

Masalah itu membutuhkan kerja sama pengelola, petugas parkir, pedagang, pemerintah desa, dan kepolisian.

Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto menempatkan kegiatan tersebut sebagai pelayanan berbasis kemitraan. Pendekatan ini berguna bila warga mendapat jawaban yang jelas dan tahu langkah setelah menyampaikan aduan.

Forum terbuka juga perlu perlindungan. Warga mungkin enggan menyebut perkara sensitif di depan kerumunan, sehingga petugas sebaiknya menyediakan jalur lanjutan yang lebih privat untuk laporan soal kekerasan, pemerasan, narkoba, atau konflik pribadi.

Dari Percakapan ke Perbaikan

Pengelola Pasar Jadoel bisa memakai hasil dialog untuk memperbaiki tata ruang. Penempatan penerangan, pintu keluar, titik kumpul, area parkir, dan informasi darurat memengaruhi rasa aman.

Perbaikan kecil sering lebih efektif daripada menambah patroli tanpa perubahan lingkungan.

Karena berada di kawasan wisata, pengalaman pengunjung ikut memengaruhi citra Tawun. Keamanan perlu berjalan bersama keramahan dan kenyamanan, dan teguran harus proporsional agar pasar tidak terasa menakutkan.

Pojok Kamtibmas sebaiknya menghasilkan catatan isu, penanggung jawab, dan tenggat tindak lanjut. Pertemuan berikutnya dapat membahas apa yang sudah selesai dan apa yang masih butuh dukungan. Tanpa mekanisme itu, forum mudah menjadi percakapan yang hilang setelah acara.

Sistem Sederhana untuk Hari Ramai

Pedagang dapat membantu lewat sistem komunikasi sederhana antarblok. Jika ada anak hilang, barang tertinggal, atau keributan, informasi bisa cepat sampai ke pengelola. Sistem ini perlu satu koordinator agar pesan tidak berubah menjadi kabar yang belum terverifikasi.

Pada hari ramai, pengaturan parkir dan jalur pejalan kaki harus diperiksa sebelum pasar dibuka. Kendaraan yang menutup akses ambulans atau pintu keluar memperbesar risiko.

Nomor kontak pengelola dan petugas perlu dipasang di tempat yang mudah ditemukan. Pedagang baru juga perlu mendapat penjelasan soal prosedur kehilangan, keadaan darurat, dan penanganan perselisihan.

Kemitraan baru terasa ketika warga melihat perubahan pada pasar yang mereka gunakan.

Menjaga Pasar Tetap Nyaman

Pasar wisata hidup dari rasa nyaman pengunjung. Karena itu, keamanan sebaiknya terasa sebagai bantuan, bukan pengawasan berlebihan.

Petugas bisa hadir pada jam ramai, membantu mengatur arus kendaraan, dan menyapa pedagang secara berkala. Kehadiran yang ramah membuat warga lebih berani melapor saat melihat sesuatu yang janggal.

Wilayah: Mataraman