Sungai Brantas di Malang Berubah Ungu Gelap, Jasa Tirta Temukan Saluran Drainase Mencurigakan

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Dua petugas memakai alat pelindung mengambil sampel dari sungai berwarna ungu gelap di dekat muara drainase kota
Ilustrasi/Jatimverse.id

Perubahan warna Sungai Brantas menjadi ungu gelap di sekitar Jembatan Gang 5 Mergosono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, memicu kekhawatiran warga. Peristiwa ini terekam pada Minggu, 27 September.

Sampel Diambil, Penyebab Belum Pasti

Perum Jasa Tirta I telah mengambil sampel air dan menemukan saluran drainase yang bermuara ke sungai dekat titik kejadian. Saat peninjauan berlangsung, perubahan warna dan bau menyengat sudah tidak lagi teramati.

Fakta ini memberi petunjuk lokasi, tetapi belum membuktikan asal atau jenis zat pencemar yang sesungguhnya mengubah warna air tersebut.

Hasil Laboratorium Jadi Penentu

Pengujian laboratorium perlu melihat parameter fisik dan kimia seperti warna, tingkat keasaman, kandungan organik, hingga kemungkinan logam tertentu sesuai indikasi di lapangan.

Sampel juga harus diambil pada waktu dan titik yang tepat karena aliran sungai cepat mengencerkan zat, sehingga rantai penguasaan sampel perlu terdokumentasi dengan baik dari awal hingga akhir.

Tidak Boleh Buru-Buru Menuduh

Terdapat belasan industri di daerah aliran sungai Kota Malang, tetapi keberadaan industri tidak boleh dijadikan dasar menuduh satu pihak tertentu. Drainase bisa menerima aliran dari beberapa titik, termasuk permukiman dan kegiatan usaha kecil.

Pemetaan jaringan drainase dan pemeriksaan izin pembuangan diperlukan untuk menghubungkan zat pencemar dengan asalnya secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Imbauan bagi Warga Sekitar

Selama hasil laboratorium belum keluar, warga yang menggunakan air sungai untuk kegiatan langsung perlu memperoleh arahan resmi dari pemerintah setempat. Kanal pelaporan perlu dibuka bila warna atau bau kembali muncul di kemudian hari.

Warga tidak seharusnya mengambil sampel sendiri dengan menyentuh air yang diduga tercemar demi menjaga keselamatan diri mereka sendiri.

Menjaga Transparansi

Hasil laboratorium nantinya perlu diumumkan bersama penjelasan yang mudah dipahami warga, termasuk zat apa yang ditemukan dan apakah melampaui baku mutu yang berlaku.

Sungai Brantas adalah bagian penting kehidupan lintas daerah, sehingga perubahan warna di satu titik bukan sekadar persoalan visual. Respons yang cepat dan terbuka akan menentukan apakah kepercayaan warga bisa dipulihkan sepenuhnya.

Pemantauan berkala di beberapa titik sepanjang aliran sungai akan membantu mendeteksi perubahan serupa lebih cepat pada masa mendatang.

Pelibatan kampus dan komunitas lingkungan dalam analisis independen juga dapat memperkuat kepercayaan publik, selama tanggung jawab penegakan aturan tetap berada pada instansi yang berwenang.

Industri di sekitar daerah aliran sungai juga dapat diminta membuka ringkasan pengelolaan limbah secara berkala, sebagai langkah pencegahan yang lebih murah dibanding pemulihan sungai setelah pencemaran terbukti terjadi.

Audit gabungan antara pemerintah kota, Jasa Tirta, dan perwakilan warga dapat menemukan sambungan drainase yang keliru sebelum menimbulkan kejadian serupa yang lebih besar di masa mendatang.

Keterbukaan semacam ini bukan berarti menuduh pihak tertentu lebih dulu, melainkan membangun dasar kepercayaan bersama antara warga, pengelola sungai, dan pelaku usaha di sepanjang Kota Malang.

Wilayah: Malang Raya