Satu Korban KM Virgo Asal Tulungagung Dimakamkan, Tiga Keluarga Lain Masih Menanti

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Petugas bantuan ilustratif mendampingi keluarga di dekat pelabuhan.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Satu jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 asal Tulungagung telah dipulangkan dan dimakamkan di Kecamatan Campurdarat.

Korban bernama Purkam, seorang sopir truk ekspedisi.

Diserahkan Sabtu, Dimakamkan Setelahnya

Kepala Dinas Sosial Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, mengatakan penyerahan jenazah oleh Dinas Sosial Jawa Timur berlangsung pada Sabtu, 26 September.

Setelah tiba, jenazah Purkam dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan di kampung halamannya.

Enam Warga Tulungagung Jadi Penumpang

Berdasarkan data yang beredar, enam warga Tulungagung tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8.

Dua orang di antaranya dinyatakan selamat, satu orang ditemukan dan telah teridentifikasi sebagai Purkam, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.

Update Operasi SAR Nasional

Secara keseluruhan, operasi SAR hingga hari ke-14 mencatat kapal ini membawa 243 orang.

Sebanyak 172 orang telah ditemukan dan dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 korban meninggal dunia, sementara 71 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dinas Sosial Terus Berkoordinasi

Dinas Sosial Tulungagung menyatakan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai korban lain asal kabupaten tersebut.

Koordinasi ini diharapkan dapat memberi kepastian informasi bagi keluarga tiga penumpang Tulungagung yang masih dicari.

Kecelakaan di Perairan Masalembo

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi di perairan Masalembo pada 13 September, saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Kepastian bagi Satu Keluarga

Pemulangan dan pemakaman Purkam memberi kepastian bagi keluarganya setelah menanti kabar selama lebih dari dua pekan.

Sementara itu, tiga keluarga warga Tulungagung lainnya masih menanti hasil pencarian dan proses identifikasi lebih lanjut dari tim SAR dan DVI.

Dukungan bagi Keluarga yang Menanti

Proses identifikasi korban kecelakaan kapal umumnya membutuhkan waktu karena melibatkan tim DVI, Basarnas, dan berbagai instansi terkait.

Keluarga korban yang masih menanti kabar biasanya membutuhkan pendampingan, baik secara psikologis maupun bantuan administratif, selama masa pencarian berlangsung.

Pemerintah daerah asal korban umumnya berperan menjadi jembatan informasi antara keluarga dan tim SAR yang bekerja langsung di lokasi kejadian.

Kepastian atas satu korban seperti Purkam memberi harapan bagi keluarga lain yang masih menunggu perkembangan pencarian di perairan Masalembo.

Warga Tulungagung yang memiliki kerabat menjadi penumpang kapal ini diharapkan tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk memperoleh informasi terbaru.

Operasi SAR gabungan di perairan Masalembo dilaporkan masih terus berlangsung hingga memasuki hari ke-14 pencarian korban.

Basarnas dan tim gabungan dilaporkan terus memperluas area pencarian untuk menemukan penumpang yang masih belum ditemukan sejak kecelakaan terjadi pada 13 September.

Warga Tulungagung menyampaikan dukungan moral bagi keluarga korban yang masih menanti kepastian di tengah proses pencarian yang berlangsung lebih dari dua pekan.

Wilayah: Mataraman