Lima Tersangka Modus Ganjal ATM Ditangkap, Nasabah Perlu Mengenali Polanya

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Petugas keamanan memeriksa lubang kartu sebuah mesin ATM di ruang layanan
Ilustrasi/Jatimverse.id

Lima Tersangka Dibekuk Polda Jatim

Penangkapan lima tersangka oleh Polda Jawa Timur membuka kembali perhatian publik pada pencurian bermodus ganjal ATM.

Polisi menyebut kelompok ini menaruh potongan tusuk gigi pada lubang kartu agar kartu nasabah tertahan di dalam mesin.

Ketika korban kebingungan, pelaku mendekat seolah hendak membantu, lalu memperoleh informasi rahasia dan menguasai kartu atau dana korban.

Peran Dibagi dalam Kelompok

Peran dalam kelompok ini disebut polisi terbagi rapi di antara para tersangka.

Ada yang bertugas memasang ganjal, mengamati nomor identifikasi pribadi korban, mengalihkan perhatian, dan melakukan transaksi.

Pembagian peran ini membuat kejadian dapat terlihat seperti percakapan biasa di ruang ATM bagi orang yang lewat.

Lokasi Tersebar di Lima Wilayah

Lokasi perkara yang disebut polisi mencakup Situbondo, Probolinggo, Ponorogo, Gresik, dan Kabupaten Malang.

Sebaran lokasi ini menunjukkan pola kejahatan yang berpotensi berpindah lintas kabupaten.

Data waktu kejadian dan jumlah korban di masing-masing lokasi akan membantu bank menentukan mesin ATM mana yang memerlukan patroli lebih sering.

Langkah yang Perlu Dilakukan Nasabah

Nasabah sebaiknya menghentikan transaksi jika lubang kartu terasa tidak wajar atau kartu tiba-tiba tertahan di mesin.

Nasabah juga diimbau tidak menyebutkan PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku hendak membantu di lokasi ATM.

Langkah berikutnya adalah menghubungi bank melalui nomor resmi pada aplikasi atau situs resmi untuk meminta pemblokiran kartu.

Tanggung Jawab Bank dan Pengelola Lokasi

Bank dan pengelola lokasi memiliki tanggung jawab yang sama penting dalam mencegah modus kejahatan ini.

Inspeksi fisik rutin, pencahayaan yang memadai, kamera yang berfungsi baik, dan desain antitamper dapat mempersempit peluang pelaku beraksi.

Petugas pusat layanan bank harus mampu memblokir rekening dengan cepat serta memberikan nomor laporan yang dapat dilacak nasabah.

Asas Praduga Tak Bersalah Tetap Berlaku

Dalam kasus pidana seperti ini, asas praduga tak bersalah tetap wajib dijaga karena keterangan polisi baru merupakan tahap penyidikan, bukan putusan pengadilan.

Ukuran keberhasilan penanganan kasus ini bukan hanya penangkapan tersangka, melainkan juga pemulihan kerugian dan penanganan pengaduan yang cepat bagi korban.

Korban yang telanjur kehilangan dana perlu segera menghubungi bank dan membuat laporan polisi dengan membawa kronologi serta bukti transaksi lengkap.

Kecepatan pelaporan dapat membantu pengamanan rekening tujuan sekaligus mempercepat penelusuran rekaman di lokasi kejadian.

Audit Lintas Lembaga Diperlukan

Kasus modus ganjal ATM ini dapat menjadi bahan audit lintas lembaga antara kepolisian, perbankan, dan pengelola lokasi mesin ATM.

Polisi bertugas memetakan jaringan pelaku dan aliran uang, sedangkan bank perlu menelusuri transaksi serta celah layanan yang dimanfaatkan.

Pengelola tempat di mana ATM berada juga perlu memperbaiki pengawasan fisik agar modus serupa tidak kembali terjadi di lokasi yang sama.

Edukasi kepada nasabah perlu terus dilakukan secara berkala, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan aplikasi perbankan digital.