Kekeringan yang melanda Dusun Sumberayu, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, membuat warga harus mengandalkan suplai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi ini, muncul cerita gotong royong dari salah satu warga bernama Antok.
Halaman Rumah Jadi Titik Penampungan
Halaman rumah Antok kini digunakan sebagai lokasi penempatan tiga tandon air untuk warga sekitar.
Menariknya, tandon itu bukan disiapkan untuk kebutuhan pribadinya.
Untuk air rumahnya sendiri, Antok memilih mengeruk sumur lebih dalam dengan harapan sumber air kembali muncul.
Sementara halaman rumahnya justru dimanfaatkan sebagai titik penampungan bagi warga Sumberayu yang kesulitan air.
“Harapannya agar bisa membantu warga,” kata Antok saat ditemui di rumahnya.
Warga Bebas Ambil Air
Tiga tandon tersebut menjadi salah satu titik penampungan air yang dimanfaatkan warga di tengah musim kemarau.
Warga bisa mengambil air memakai galon, jeriken, maupun wadah lain sesuai kebutuhan masing-masing.
Cara sederhana seperti ini menunjukkan solidaritas warga tetap hidup meski sumber daya air sedang terbatas.
Kekeringan Sejak Agustus
Kekeringan di Desa Karangkates telah berlangsung sejak Agustus 2026.
Sebelumnya, Polres Malang bersama Perum Jasa Tirta I juga menyalurkan air bersih ke sejumlah titik tandon warga di Sumberayu dan wilayah Sumberpucung.
PJT I terus menyisir kawasan permukiman yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau ini.
Dampak kekeringan di kawasan tersebut sejak Agustus 2026 dirasakan sekitar 150 kepala keluarga.
Distribusi Berkala dari PJT I
Penyaluran air bersih dilakukan secara berkala agar warga di wilayah terdampak tetap mendapat akses air.
Bantuan terutama menyasar kawasan sekitar wilayah PJT I yang mengalami kesulitan air selama kemarau.
Kehadiran bantuan rutin ini penting mengingat kebutuhan air bersih warga tidak bisa ditunda.
Data BPBD Kabupaten Malang
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang per 17 September 2026, Desa Karangkates termasuk wilayah terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih ke desa tersebut tercatat mencapai 613.650 liter untuk memenuhi kebutuhan 985 kepala keluarga atau 3.055 jiwa.
Angka ini menunjukkan skala kebutuhan yang cukup besar di satu desa saja selama musim kemarau tahun ini.
Solidaritas Sederhana yang Berarti
Bagi Antok, menyediakan tempat untuk tandon adalah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu warga sekitar.
Langkah kecil semacam ini menunjukkan bahwa gotong royong warga tetap jadi andalan saat bantuan resmi belum menjangkau semua titik.
Jatimverse.ID akan terus memantau perkembangan penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan Kabupaten Malang ini.
Musim kemarau tahun ini memang dirasakan lebih panjang oleh warga di kawasan Sumberpucung dan sekitarnya.
Selain distribusi air oleh instansi resmi, inisiatif warga seperti yang dilakukan Antok menunjukkan pentingnya kepedulian antartetangga saat krisis air melanda.
Warga berharap musim hujan segera tiba agar sumber air alami di wilayah mereka kembali normal.



