Sumenep Perkuat SIMPUS Terhubung SATUSEHAT, Warga Kepulauan Jadi Perhatian

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Petugas kesehatan ilustratif menggunakan tablet saat melayani pasien di klinik kepulauan.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan penguatan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang terhubung dengan ekosistem rekam medis SATUSEHAT.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, menyampaikan hal itu pada Minggu, 27 September.

Catatan Pasien Bisa Dipertukarkan Antarfasilitas

Menurutnya, catatan pasien dapat dikelola secara elektronik dan informasi pelayanan bisa dipertukarkan antarfasilitas kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku.

Rencana ini dinilai relevan bagi Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan, tempat perpindahan pasien serta jarak yang jauh sering membuat riwayat pelayanan sulit diakses jika hanya tersimpan di satu lokasi.

Manfaat bagi Layanan Sehari-hari

Riwayat obat dan alergi yang tercatat dengan benar dapat membantu petugas kesehatan menilai tindakan berikutnya bagi pasien.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnosis sebelumnya juga bisa mengurangi kebutuhan mengulang pencatatan saat pasien berpindah fasilitas kesehatan.

Tantangan Khas Wilayah Kepulauan

Karakter kepulauan Sumenep menambah lapisan tantangan tersendiri bagi penerapan sistem digital ini.

Koneksi internet, listrik, perangkat, dan dukungan teknis tidak selalu sama antara puskesmas di pusat kabupaten dan yang berada di pulau-pulau terjauh.

Karena itu, sistem yang dibangun perlu memiliki prosedur layanan cadangan ketika jaringan terganggu, agar pasien tetap bisa diperiksa dan data dapat disinkronkan kembali setelah koneksi tersedia.

Perlindungan Data Pasien

Rekam medis memuat data pribadi yang sensitif, sehingga perlindungannya menjadi bagian penting dari penerapan SIMPUS terintegrasi ini.

Pemerintah daerah diharapkan menjelaskan siapa yang boleh mengakses data, bagaimana akses itu dicatat, dan ke mana warga bisa melapor jika menemukan masalah.

Langkah yang Perlu Dipantau

Jumlah puskesmas yang benar-benar aktif terhubung, keberhasilan pertukaran data, serta pengalaman warga di pulau-pulau akan menjadi indikator penting ke depan.

Ketika indikator itu diumumkan secara berkala, warga Sumenep dapat menilai apakah SIMPUS benar-benar menjadi alat yang memudahkan pengobatan, terutama bagi mereka yang tinggal di kepulauan.

Langkah Menuju Layanan Digital yang Merata

Digitalisasi layanan kesehatan seperti SIMPUS menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan yang lebih cepat dan terhubung antarfasilitas.

Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kepulauan Sumenep, kemudahan akses data kesehatan dapat memangkas waktu tunggu ketika harus berpindah fasilitas layanan.

Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan pelatihan bagi petugas puskesmas agar sistem baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tenaga kesehatan di lapangan.

Dukungan infrastruktur jaringan di wilayah kepulauan akan menjadi penentu utama keberhasilan penerapan SIMPUS terintegrasi ini ke depan.

Koordinasi antara Dinkes-P2KB Sumenep dan pengelola puskesmas di tiap kecamatan menjadi bagian penting agar transisi ke sistem digital ini berjalan lancar.

Warga kepulauan berharap manfaat digitalisasi kesehatan ini dapat dirasakan setara dengan warga yang tinggal di wilayah daratan Sumenep.

Pemerintah pusat melalui program SATUSEHAT nasional turut mendorong seluruh daerah, termasuk Sumenep, untuk segera menuntaskan integrasi data kesehatan di wilayah masing-masing.

Wilayah: Madura