Kelurahan Sumbersari, Jember, membekali pengurus lingkungan dan pelaku usaha di wilayahnya untuk menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya.
Forum Lintas Unsur
Forum pembekalan ini mempertemukan pemerintah kelurahan, pengurus RT dan RW, pelaku usaha, aparat keamanan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jember dalam satu rapat koordinasi.
Kedekatan RT dan RW dengan warga sehari-hari menjadikan kecepatan penyampaian informasi sebagai modal utama pada menit-menit awal terjadinya bencana.
Peran Pelaku Usaha dalam Mitigasi
Pengurus lingkungan diposisikan sebagai penyampai sekaligus sumber informasi awal saat terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing.
Pelaku usaha turut dilibatkan dalam rencana kesiapsiagaan karena mereka memiliki pekerja, pengunjung, bangunan, dan peralatan yang menghadapi risiko berbeda dibandingkan permukiman warga biasa.
Dari Daftar Kontak ke Simulasi
Pembekalan ini merespons potensi bencana dan perubahan cuaca ekstrem di kawasan permukiman serta area usaha yang ada di Kelurahan Sumbersari.
Daftar kontak darurat tanpa disertai latihan rutin berisiko gagal berfungsi saat jaringan komunikasi padat atau ketika petugas yang bertugas berganti personel.
Kesiapan yang Masih Perlu Diuji
Rilis resmi belum memuat peta titik kumpul, jalur evakuasi, nomor komando darurat, maupun hasil simulasi kesiapsiagaan bencana di Kelurahan Sumbersari.
Kesiapan warga dan pelaku usaha pada akhirnya harus diuji melalui simulasi nyata serta pembaruan data kelompok rentan seperti lansia, difabel, dan warga yang sedang sakit.
Ketersediaan kanal informasi yang tetap dapat digunakan ketika listrik padam juga menjadi hal penting yang perlu dipastikan dalam rencana kesiapsiagaan bencana di tingkat kelurahan ini.
Kesiapsiagaan tingkat kelurahan akan lebih kuat apabila setiap unsur mengetahui peran mereka pada menit pertama, mulai dari siapa yang menghubungi petugas hingga siapa yang membantu kelompok rentan.
Program pembekalan siaga bencana berbasis kelurahan semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana di berbagai wilayah Jember.
Keterlibatan pelaku usaha dalam forum siaga bencana menjadi penting, mengingat sebagian wilayah Sumbersari merupakan kawasan permukiman padat yang juga memiliki banyak aktivitas usaha kecil.
Kelurahan lain di Jember yang belum memiliki forum siaga bencana serupa dapat mempelajari pola kolaborasi lintas unsur yang diterapkan di Kelurahan Sumbersari ini.
Latihan simulasi secara berkala menjadi langkah lanjutan yang ditunggu warga untuk memastikan pembekalan yang telah diberikan benar-benar dapat diterapkan saat kondisi darurat sesungguhnya terjadi.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD terus mendorong pembentukan forum siaga bencana serupa di kelurahan dan desa lain yang rawan bencana hidrometeorologi.
Pelatihan simulasi tanggap darurat bagi RT, RW, dan pelaku usaha diharapkan menjadi agenda rutin tahunan agar kesiapsiagaan warga Sumbersari terus terjaga dari waktu ke waktu.
Dinas terkait juga diimbau menyediakan peralatan dasar kedaruratan di titik-titik kumpul yang telah disepakati bersama warga dan pelaku usaha setempat.
Koordinasi lintas sektor semacam ini diharapkan dapat mempercepat respons darurat ketika bencana benar-benar terjadi di wilayah padat penduduk tersebut.



