Kepolisian Resor Malang bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan memeriksa uji coba sistem Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan metode prasmanan di SDN Sukorejo 01, Kecamatan Gondanglegi.
Sistem Prasmanan Diuji Coba
Sistem prasmanan ini diuji coba sebagai metode baru penyajian Makan Bergizi Gratis, dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai pada program tersebut.
Metode prasmanan di sisi lain menambah jumlah titik kontak dalam penyajian makanan, sehingga membutuhkan tata cara higienis yang lebih ketat dibandingkan sistem kemasan individual.
Pemeriksaan dari Dapur SPPG
Tim pemeriksa meninjau menu di sekolah serta proses penerimaan bahan baku, pengolahan, kebersihan dapur, pengemasan, hingga distribusi makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
“Yang kami pastikan bukan hanya makanan sampai ke tangan siswa, tetapi juga harus dipastikan aman, bersih, dan higienis. Jangan sampai tujuan mulia dari program ini terganggu karena kualitas makanan yang tidak terjaga,” tegas AKBP Rulian Syauri, Kapolres Malang.
Keterlibatan Dua Dinas
Pemeriksaan ini melibatkan mitra penyedia makanan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang secara bersamaan di lokasi uji coba.
Pemeriksaan visual terhadap proses memasak dan penyajian makanan idealnya dilengkapi dengan pencatatan suhu, waktu penyajian, kebersihan tangan, dan pemisahan bahan makanan yang baik.
Evaluasi Berkala Jadi Kunci
Rilis resmi yang disampaikan pada 7 Oktober 2026 pukul 13.36 WIB belum memuat data suhu makanan, hasil sampel laboratorium, jumlah porsi, maupun daftar menu lengkap yang disajikan.
Evaluasi berkala terhadap sistem prasmanan ini dinilai lebih penting dibandingkan inspeksi yang hanya dilakukan satu kali saja di lokasi uji coba.
Jumlah sisa makanan serta tingkat penerimaan siswa terhadap menu yang disajikan akan menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan sistem prasmanan ini.
Hasil uji coba di SDN Sukorejo 01 ini nantinya perlu dibandingkan secara terbuka dengan sistem penyajian makanan kemasan yang sebelumnya digunakan dalam program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis terus mengalami penyesuaian metode penyajian di berbagai daerah, dengan sistem prasmanan menjadi salah satu opsi yang sedang diuji coba pemerintah.
Pengawasan lintas lembaga antara kepolisian, dinas kesehatan, dan dinas ketahanan pangan menjadi pola yang mulai diterapkan di berbagai titik uji coba program MBG di Jawa Timur.
Sekolah lain yang berencana menerapkan sistem prasmanan serupa dapat mempelajari hasil evaluasi di SDN Sukorejo 01 sebagai salah satu rujukan penerapan di lapangan.
Orang tua siswa diharapkan tetap dapat menyampaikan masukan mengenai kualitas dan penerimaan menu MBG kepada pihak sekolah maupun SPPG yang bertugas.
Pemerintah Kabupaten Malang diharapkan terus mengevaluasi sistem prasmanan pada program Makan Bergizi Gratis secara berkala di seluruh sekolah peserta uji coba.
Kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan diharapkan terus berkoordinasi untuk memastikan standar higienitas tetap terjaga selama program MBG prasmanan ini berjalan.
Orang tua siswa di Gondanglegi berharap kualitas dan keamanan makanan yang disajikan dapat terus dipantau hingga program ini diperluas ke sekolah lain.



