Mendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2027, Jatim Ajukan 673 Satuan Pendidikan

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Guru ilustratif meninjau rancangan perbaikan ruang sekolah dan aksesnya.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan target revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2027 saat berada di Surabaya, Sabtu malam, 26 September.

Ia menyebut mekanismenya tetap berupa swakelola oleh masing-masing sekolah, dan sasaran itu masih mungkin bertambah sekitar 6.000 satuan pendidikan lagi.

Data dari Jawa Timur

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut data yang dikirim melalui Dapodik untuk provinsi ini meliputi 324 SMA, 208 SMK, dan 141 SLB.

Total angka SMA, SMK, dan SLB yang diajukan Jawa Timur mencapai 673 satuan pendidikan.

Prioritas Sekolah Terdampak Bencana

Prioritas revitalisasi mencakup sekolah yang terdampak bencana, mengalami rusak berat, serta sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Kriteria ini disusun untuk mengarahkan sumber daya perbaikan ke bangunan sekolah yang paling membutuhkan penanganan segera.

Swakelola Jadi Mekanisme Utama

Dengan mekanisme swakelola, pengelola sekolah dapat menyesuaikan pekerjaan perbaikan dengan kebutuhan setempat sekaligus mengawasi kemajuan proyek dari dekat.

Sekolah dengan sumber daya administrasi terbatas akan memerlukan pendampingan teknis, terutama untuk pekerjaan yang lebih rumit daripada sekadar perbaikan ringan.

Keamanan Murid Selama Renovasi

Kegiatan renovasi berpotensi menimbulkan debu, kebisingan, dan material terbuka di lingkungan sekolah.

Rencana pengerjaan idealnya mencantumkan area yang dipisah, cara menjaga akses keluar, serta opsi belajar sementara apabila ruang tertentu tidak bisa digunakan selama proses perbaikan.

Menanti Rincian Penerima

Bagi Jawa Timur, 673 satuan pendidikan yang diajukan melalui Dapodik ini akan menjadi bagian dari proses verifikasi lebih lanjut oleh pemerintah pusat.

Daftar nama sekolah, jenis kerusakan, nilai bantuan, dan jadwal pekerjaan yang lebih rinci akan membuat program revitalisasi ini dapat diawasi oleh orang tua dan masyarakat di sekitar sekolah penerima.

Keberhasilan Diukur dari Bangunan yang Layak

Pengumuman target ini memberi arah kebijakan pendidikan nasional untuk tahun-tahun mendatang.

Keberhasilan program pada akhirnya akan ditentukan oleh bangunan sekolah yang kembali aman dan layak dipakai untuk belajar, termasuk di SLB yang memerlukan akses sesuai kebutuhan murid penyandang disabilitas.

Menanti Realisasi di Lapangan

Program revitalisasi sekolah berskala nasional seperti ini biasanya membutuhkan waktu bertahap sebelum benar-benar dirasakan oleh seluruh sekolah penerima.

Bagi Jawa Timur, keberadaan 673 satuan pendidikan yang diajukan menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para murid.

Sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar diharapkan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.

Keterlibatan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat sekitar akan menentukan seberapa cepat manfaat revitalisasi ini benar-benar dirasakan oleh para murid.

Dinas Pendidikan Jawa Timur diharapkan terus memperbarui data Dapodik agar sekolah yang benar-benar membutuhkan perbaikan tidak terlewat dari program ini.

Orang tua murid dan komite sekolah juga dapat berperan mengawasi jalannya proyek revitalisasi di sekolah masing-masing setelah anggaran dan jadwal ditetapkan.

Wilayah: Surabaya Raya