DPRD Jatim Minta Faskes Siaga Saat Aktivitas Influenza Meningkat

Anggota Komisi E DPRD Jatim Benjamin Kristianto minta faskes cek kesiapan layanan dan stok obat di tengah naiknya aktivitas influenza, meski tren nasional masih tergolong rendah.

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi/Jatimverse.id
Ilustrasi/Jatimverse.id

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Benjamin Kristianto, meminta fasilitas kesehatan di Jatim memeriksa kesiapan layanan dan stok obat menyusul naiknya aktivitas influenza belakangan ini.

Ia mengajak masyarakat lebih waspada, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia. Seruan ini adalah ajakan kesiapsiagaan, bukan pengumuman bahwa semua daerah mengalami lonjakan kasus dengan tingkat yang sama.

Datanya Seperti Apa?

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan hingga 19 September, proporsi spesimen positif influenza secara nasional pada pekan ke-36 naik dari 35 menjadi 46 persen.

Meski begitu, tingkat aktivitas nasional masih dikategorikan rendah dan sesuai pola musiman biasa. Data laboratorium ini berasal dari orang yang masuk sistem pengawasan, jadi bukan gambaran persentase seluruh warga yang sakit.

Di Surabaya, pengawasan BBLKM pada pekan ke-37 mencatat 51 spesimen ILI-SARI yang diperiksa. Dari jumlah itu, 16 positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan empat positif Influenza A(H3N2), dengan bayi dan balita sebagai kelompok usia terbanyak yang diperiksa.

Angka ini menuntut perhatian layanan kesehatan, tapi belum cukup untuk menyimpulkan semua sekolah atau puskesmas sedang darurat—sebaran geografis dan pembanding antarminggu tetap dibutuhkan.

Kenapa Ini Penting Buat Warga?

Permintaan kepada faskes mencakup ruang perawatan, obat, edukasi, dan pemantauan. Ukurannya bukan cuma pernyataan rapat, tapi apakah puskesmas dan rumah sakit punya jalur informasi yang jelas buat pasien—kapan gejala bisa ditangani sendiri, kapan harus ke faskes. Arahan klinis tetap harus datang dari tenaga kesehatan, bukan dari berita.

Buat orang tua, kabar ini relevan karena anak yang sakit butuh keputusan cepat soal sekolah dan pemeriksaan. Buat pekerja, ketersediaan layanan menentukan seberapa cepat gejala bisa dinilai.

Dinas kesehatan kabupaten/kota diharapkan bisa menjelaskan stok, kapasitas pelayanan, dan cara melaporkan perkembangan tanpa membuka data pribadi pasien. Jawaban yang terukur dari dinas kesehatan akan membantu warga menilai apakah kewaspadaan sudah diikuti kesiapan nyata di lapangan.

Ke depan, publik bisa memantau data lanjutan dari Dinas Kesehatan Jatim dan daerah-daerah di luar Surabaya, termasuk perubahan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas dan rumah sakit.

Pembaruan resmi dari Kementerian Kesehatan juga jadi rujukan yang lebih akurat dibanding pesan berantai yang belum terverifikasi. Karena rubrik ini mengikuti kerja wakil rakyat di dapil masing-masing, kejelasan siapa yang memimpin tindak lanjut isu ini di lapangan turut menentukan seberapa jauh kewaspadaan tadi benar-benar berubah jadi langkah nyata bagi warga.

Bagi yang mulai merasakan gejala flu berat, demam tinggi pada bayi, atau sesak napas pada lansia di rumah, langkah paling aman adalah segera memeriksakan diri ke faskes terdekat daripada menunggu kondisi memburuk sendiri.

Kewaspadaan dini biasanya jauh lebih murah dan lebih mudah ditangani dibanding penanganan darurat yang datang belakangan, jadi jangan ragu bertanya ke petugas kesehatan bila ada keluhan yang terasa tidak biasa pada anggota keluarga.

Wilayah: Surabaya Raya