Polresta Malang Angkat Budaya Osob Kiwilan lewat Temu Budaya Malang Hebak

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Warga dan seniman ilustratif berdialog di sanggar dengan topeng Malangan di meja.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Polresta Malang Kota menggelar Temu Budaya Malang Hebak di Sanggar Sasana Krida Budaya pada Minggu, 27 September.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan sosial dengan mengangkat ciri budaya Malangan.

Osob Kiwilan Jadi Sorotan

Salah satu budaya yang diangkat adalah osob kiwilan, atau bahasa kebalikan yang akrab dalam pergaulan warga Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut hadir dan menilai kearifan lokal semacam ini perlu terus dijaga.

Budaya sebagai Pintu Pertemuan

Kegiatan ini menempatkan budaya sebagai pintu pertemuan antara kepolisian, pemerintah kota, dan warga, bukan hanya sebagai pertunjukan seni semata.

Kapolresta menyebut kampus, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah kota sebagai pihak yang diharapkan dapat ikut berperan dalam kegiatan serupa ke depan.

Malang sebagai Kota Multikultur

Malang dikenal sebagai kota yang menjadi tempat belajar dan bekerja bagi warga dari banyak daerah di Indonesia.

Kehadiran pendatang baru dari berbagai daerah menjadikan pengenalan budaya lokal seperti osob kiwilan ini penting untuk mempererat keakraban antarwarga.

Bahasa yang Hidup dalam Keseharian

Osob kiwilan dikenal sebagai bagian dari cara orang Malang menandai keakraban dalam percakapan sehari-hari.

Bahasa ini tetap hidup karena terus dipakai, diajarkan, dan berubah mengikuti perkembangan pergaulan generasi muda Malang.

Wacana Pengajaran di Ruang Publik

Wali Kota Wahyu Hidayat menyebut kemungkinan adanya pengajaran atau penggunaan simbol bahasa osob kiwilan di ruang publik kota.

Gagasan ini membuka peluang bagi pelestarian budaya lokal Malang melalui jalur yang lebih formal di kemudian hari.

Menjaga Kearifan Lokal Lewat Dialog

Temu Budaya Malang Hebak menjadi salah satu upaya menjaga kearifan lokal Malang sekaligus mempererat hubungan antara aparat, pemerintah, dan warga.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai forum dialog, bukan hanya sebagai acara seremonial satu kali.

Dengan begitu, hubungan sosial yang terbangun lewat budaya bersama ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Malang dalam jangka panjang.

Upaya Membangun Kepercayaan Publik

Pendekatan budaya semacam ini menjadi salah satu cara kepolisian membangun kedekatan dengan warga di luar konteks penegakan hukum.

Kegiatan yang melibatkan seniman dan tokoh budaya lokal diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk forum-forum berikutnya di Kota Malang.

Generasi muda diharapkan tetap dapat mengenal dan menggunakan osob kiwilan sebagai bagian dari identitas budaya Malang di tengah keberagaman warga kota ini.

Sanggar Sasana Krida Budaya sebagai lokasi kegiatan menjadi salah satu ruang pelestarian seni dan budaya lokal yang terus aktif di Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang berharap kegiatan lintas unsur seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam merawat kearifan lokal masing-masing.

Wilayah: Malang Raya