BRIN Petakan Jejak Kerajaan Kadiri di Dua Desa Tulungagung

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi konseptual pemetaan situs jejak Kerajaan Kadiri di Tulungagung
Ilustrasi/Jatimverse.id

Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI memetakan situs bersejarah di Kabupaten Tulungagung.

Lokasi yang dipetakan berada di Desa Pulotondo dan Desa Sambirobyong.

Melanjutkan Penelitian Sebelumnya

Kajian terbaru ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang pernah dilakukan pada 2016 hingga 2017.

Penelitian awal tersebut berfokus pada struktur bangunan kuno di dekat Sungai Brantas.

Tim gabungan kini memperluas cakupan pemetaan untuk memahami lebih jauh pola sebaran struktur di kawasan itu.

Kawasan yang dipetakan sementara ini diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.

Diduga Berkaitan dengan Masa Kerajaan Kadiri

Sejumlah struktur yang ditemukan diduga saling terhubung satu sama lain.

Struktur-struktur tersebut diperkirakan berkaitan dengan masa Kerajaan Kadiri yang pernah berjaya di wilayah ini.

Namun demikian, dugaan hubungan antartemuan ini belum setara dengan penetapan sejarah yang bersifat final.

Peneliti masih perlu menentukan karakter struktur, sebaran, dan kaitan antarbagian sebelum ekskavasi lanjutan diputuskan.

Status Masih Tahap Pemetaan

Hingga kini, proses yang berjalan masih berada pada tahap pemetaan dan identifikasi awal.

Belum ada kepastian mengenai kapan ekskavasi lanjutan akan dilakukan di dua desa tersebut.

Potensi wisata sejarah baru pun mulai dibicarakan, namun perlu diseimbangkan dengan kebutuhan pelestarian situs.

Warga sekitar berharap agar proses penelitian ini turut memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

Menanti Kejelasan Lanjutan

Batas kawasan penelitian dan akses umum ke lokasi masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh tim peneliti.

Hasil kajian ilmiah yang lebih mendalam juga dinantikan untuk memperkuat dugaan awal ini.

Rencana perlindungan situs ke depan turut menjadi perhatian, mengingat nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Warga di sekitar Desa Pulotondo dan Sambirobyong pun berharap proses penelitian ini dilakukan secara transparan dan melibatkan masukan dari masyarakat setempat.

Lokasi ini belum dapat disebut sebagai objek wisata yang siap dikunjungi maupun dipastikan akan menjalani ekskavasi besar.

Kepastian tersebut baru dapat diambil setelah BRIN dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI merampungkan kajian mereka.

Warga Tulungagung kini menanti perkembangan lebih lanjut dari penelitian yang berpotensi mengungkap babak baru sejarah Kerajaan Kadiri di wilayah mereka.

Jejak Kadiri di Berbagai Titik Jawa Timur

Wilayah bekas Kerajaan Kadiri memang tersebar di beberapa titik di sekitar aliran Sungai Brantas.

Temuan struktur kuno di Tulungagung ini menambah panjang daftar situs yang diduga berkaitan dengan masa kejayaan kerajaan tersebut.

Setiap temuan baru biasanya memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum dapat dipastikan kaitannya secara ilmiah.

Proses identifikasi yang cermat penting dilakukan agar tidak terjadi kesimpulan prematur mengenai fungsi maupun usia struktur yang ditemukan.

Keterlibatan warga sekitar dalam menjaga kawasan penelitian juga dinilai penting selama proses kajian berlangsung.

Pemerintah daerah diharapkan turut mendukung upaya pelestarian sembari menunggu hasil kajian yang lebih komprehensif dari BRIN dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI.

Wilayah: Mataraman