Pemantauan di Tiga Pasar
Kepolisian Daerah Jawa Timur memantau pasokan dan harga beras di tiga pasar pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pemantauan dilakukan di Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng di Surabaya, serta Pasar Larangan di Kabupaten Sidoarjo.
Stok Dinilai Mencukupi
“Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan beras masih mencukupi dan tidak ditemukan kelangkaan. Namun, terdapat beberapa jenis beras premium yang harganya terpantau berada di atas HET yang berlaku,” kata Kombes Pol Dodi Ruyatman, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.
Klaim pasokan aman ini menggambarkan kondisi saat pemeriksaan berlangsung, bukan jaminan bahwa harga akan tetap stabil ke depannya.
Memisahkan Stok dari Kepatuhan Harga
Temuan resmi memisahkan kondisi ketersediaan stok dari kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi atau HET yang telah ditetapkan.
Pengawasan perlu menelusuri rantai distribusi secara menyeluruh, agar penyebab harga tinggi tidak otomatis dibebankan kepada pedagang eceran di pasar.
Kategori Premium yang Perlu Dicermati
Kategori beras premium perlu dibandingkan berdasarkan jenis, merek, kualitas, dan kemasan yang memang termasuk objek pengaturan HET.
Publik membutuhkan kanal pengaduan dan bukti harga yang mudah diverifikasi bila menemukan dugaan pelanggaran serupa di pasar lain.
Yang Masih Perlu Ditindaklanjuti
Rilis resmi belum menyajikan tabel harga per pedagang atau besaran selisih harga terhadap HET yang berlaku saat ini.
Liputan lanjutan perlu meminta hasil tindak lanjut terhadap komoditas beras yang terindikasi melampaui batas harga tersebut.
Pemantauan harga pangan seperti ini rutin dilakukan kepolisian menjelang periode permintaan tinggi guna mencegah lonjakan harga yang membebani konsumen.
Konsistensi pengawasan dari pasar ke pasar akan menentukan apakah temuan harga di atas HET ini benar-benar ditindak atau hanya menjadi catatan sementara.
Pengawasan Harga Jelang Hari Besar
Kepolisian daerah rutin menggelar operasi pemantauan harga pangan menjelang periode permintaan tinggi, termasuk hari besar keagamaan dan nasional.
Beras dan komoditas pangan pokok lain menjadi perhatian utama karena fluktuasi harganya paling cepat dirasakan oleh masyarakat luas.
Surabaya dan Sidoarjo sebagai dua daerah dengan populasi besar di Jawa Timur kerap menjadi titik pantau utama distribusi pangan antarwilayah.
Keterlibatan kepolisian dalam pengawasan harga ini biasanya berjalan bersama Dinas Perdagangan dan Bulog setempat untuk memastikan ketersediaan stok di gudang distribusi.
Warga diimbau melaporkan temuan harga yang dianggap tidak wajar melalui kanal resmi agar pengawasan bisa ditindaklanjuti lebih cepat oleh pihak berwenang.
Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pasar menjadi kunci agar stok pangan tetap terjaga tanpa memicu kepanikan membeli di kalangan konsumen.
Pemantauan serupa biasanya juga diperluas ke gudang distributor besar, tidak hanya pasar eceran, untuk memastikan tidak ada penimbunan yang memicu kelangkaan buatan.



