Ratusan domba dari Lumajang dan daerah lain di Jawa Timur berkumpul di Kawasan Wonorejo Terpadu dalam kontes yang menilai bobot ternak. Peserta datang dari Banyuwangi, Batu, Malang, dan Pasuruan dengan jenis lokal, persilangan Merino, hingga persilangan Texel.
Lebih dari Sekadar Adu Bobot
Asosiasi Peternak Domba Lumajang menyebut ajang ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus upaya meningkatkan harga jual ternak. Bobot memang mudah dilihat calon pembeli, tetapi bukan satu-satunya penentu nilai.
Umur, kesehatan, struktur tubuh, kualitas pakan, dan riwayat reproduksi ikut menentukan harga yang wajar. Kontes bisa jadi sarana edukasi bila setiap peserta membawa catatan asal-usul dan riwayat kesehatan ternaknya.
Akses Pasar bagi Peternak Kecil
Bagi peternak kecil, manfaat utama ajang ini adalah akses pasar dan pembanding harga. Bertemu banyak pembeli dalam satu lokasi bisa mengurangi ketergantungan pada satu tengkulak.
Transaksi tetap perlu dicatat agar penyelenggara tahu apakah kontes benar-benar menaikkan pendapatan peternak, termasuk kisaran harga sebelum dan sesudah acara berlangsung.
Catatan semacam ini juga berguna sebagai bahan evaluasi bagi panitia untuk menentukan format kontes pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
Berbagi Praktik Budidaya
Kontes juga jadi ajang bertukar pengetahuan soal hijauan, pakan tambahan, kandang, dan pemilihan bibit unggul. Dinas peternakan atau dokter hewan sebaiknya hadir memastikan pemeriksaan kesehatan dan biosekuriti.
Pergerakan ternak lintas kabupaten membawa risiko penularan penyakit, sehingga surat kesehatan dan area isolasi perlu jadi standar acara semacam ini.
Kesejahteraan Hewan Tetap Jadi Prioritas
Aspek kesejahteraan hewan tidak boleh dikalahkan target bobot. Penimbangan harus aman dan tidak membuat ternak stres selama proses penilaian berlangsung.
Panitia perlu menetapkan aturan perlakuan, waktu istirahat, dan ketersediaan air minum bagi hewan selama kontes berlangsung, termasuk langkah bila ada ternak yang menunjukkan tanda sakit.
Menuju Rantai Ekonomi Pedesaan
Liputan lanjutan bisa mengikuti beberapa peternak setelah acara, misalnya apakah ada kontrak pembelian atau peningkatan permintaan bibit. Kontes domba dapat dibaca sebagai bagian dari rantai ekonomi pedesaan yang menghubungkan pakan, pembibitan, jasa kesehatan, dan pasar.
Pengembangan usaha juga bisa berlanjut lewat pembentukan koperasi peternak untuk menekan biaya pembelian dan memperkuat posisi tawar, sehingga manfaat kontes tidak hanya dinikmati pemenang.
Klinik usaha sederhana yang menyasar peternak pemula dapat menjadi pelengkap acara agar dampak ekonominya menyebar lebih luas di kalangan warga Lumajang.
Pelibatan generasi muda peternak dalam pengelolaan acara juga penting agar regenerasi usaha ternak domba tetap berjalan di tengah tantangan alih fungsi lahan pertanian.
Pemerintah kabupaten dapat mempertimbangkan agenda kontes serupa secara berkala, dengan evaluasi terbuka setiap tahun agar manfaatnya terus dirasakan oleh peternak dari berbagai skala usaha.
Dukungan akses permodalan bagi peternak pemenang maupun peserta biasa juga perlu dipikirkan, agar prestasi di arena kontes bisa diterjemahkan menjadi perluasan usaha yang nyata di kandang masing-masing.



