Gerakan Pangan Murah yang digelar di Balai RW 6, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya, diserbu warga yang mengantre sejak pagi pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini menyediakan beras SPHP dan Minyakita dengan harga lebih murah dibanding pasar, sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan bahan pokok di tengah tekanan harga.
Antrean Sejak Pagi
Antusiasme warga yang tinggi terlihat dari antrean panjang yang sudah mengular sejak pagi hari di lokasi kegiatan.
Tingginya minat warga menandakan besarnya kebutuhan terhadap bahan pokok murah, meski hal ini belum tentu membuktikan bahwa pasokan menjangkau seluruh keluarga yang menjadi sasaran program.
Dua Komoditas Utama
Dua komoditas yang paling diminati dalam Gerakan Pangan Murah kali ini adalah beras SPHP dan Minyakita, dua jenis bahan pokok yang kerap menjadi incaran warga berpenghasilan menengah ke bawah.
Harga murah pada kegiatan semacam ini idealnya dibandingkan dengan harga pasar pada hari yang sama, agar manfaat ekonominya dapat terukur dengan jelas.
Menahan Tekanan Inflasi
Tujuan resmi dari kegiatan ini adalah menahan tekanan inflasi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok selama musim kemarau panjang yang kerap mendorong kenaikan harga.
Sistem antrean dan pembatasan pembelian menjadi penentu apakah distribusi bahan pokok berjalan adil dan mampu mencegah terjadinya pembelian berulang oleh oknum tertentu.
Akses bagi warga lanjut usia dan warga dengan mobilitas terbatas juga menjadi perhatian penting agar mereka tidak tertinggal dalam antrean yang panjang.
Yang Masih Perlu Dipantau
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah paket bahan pokok yang disediakan, batas pembelian per warga, maupun jumlah total penerima manfaat.
Kegiatan pasar murah yang bersifat temporer semacam ini sebaiknya dilengkapi dengan pemantauan harga dan stok di pasar sekitar setelah kegiatan berakhir.
Bagi warga Kelurahan Jepara, ukuran manfaat paling sederhana dari program ini adalah apakah bahan pokok yang mereka cari masih tersedia ketika giliran mereka tiba di meja pelayanan.
Jadwal pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berikutnya di wilayah lain Surabaya juga akan menjadi catatan penting bagi warga yang belum sempat memanfaatkan kegiatan kali ini.
Kegiatan pasar murah semacam ini biasanya digelar bergilir di berbagai kelurahan Surabaya sebagai salah satu instrumen pemerintah kota untuk meredam gejolak harga pangan menjelang musim tertentu.
Warga yang belum mendapat giliran pada kegiatan di Kelurahan Jepara dapat memantau jadwal Gerakan Pangan Murah berikutnya melalui kanal informasi kelurahan maupun kecamatan setempat.
Keterjangkauan harga bahan pokok tetap menjadi perhatian utama warga Surabaya, terutama menjelang periode yang biasanya diikuti kenaikan permintaan terhadap komoditas pangan pokok.
Pemerintah Kota Surabaya secara umum menjadikan Gerakan Pangan Murah sebagai instrumen rutin untuk menstabilkan harga menjelang periode permintaan tinggi di tengah masyarakat.
Koordinasi antara Bulog, distributor, dan kelurahan menjadi kunci agar pasokan beras SPHP dan Minyakita pada kegiatan semacam ini dapat terus terjaga hingga penyelenggaraan berikutnya.



