Dua Penghargaan FESyar Menempatkan Ekonomi Hijau dan Zona Halal Magetan dalam Satu Jalur

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Pelaku UMKM melayani makanan di kantin kampus yang bersih dengan tempat pemilahan sampah
Ilustrasi/Jatimverse.id

Dua Penghargaan Sekaligus dari FESyar

Kabupaten Magetan membawa pulang dua penghargaan dari Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026.

Pemerintah daerah meraih Juara II kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan pada ajang tersebut.

Sementara itu, Kantin Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan memperoleh penghargaan Zona Khas Syariah Award Jawa Timur.

Dua capaian ini menarik karena mempertemukan agenda lingkungan dengan tata kelola produk dan layanan halal dalam satu ekosistem ekonomi daerah.

Ekonomi Hijau Tak Berhenti pada Simbol

Kategori ekonomi hijau semestinya tidak berhenti pada kampanye pengurangan sampah atau penanaman pohon secara simbolis.

Ukurannya perlu menyentuh efisiensi energi, pengelolaan limbah, sirkularitas bahan, rantai pasok, dan perubahan perilaku pelaku usaha.

Bagi Magetan, pendekatan hijau ini dapat diterapkan pada sektor pertanian, peternakan, pariwisata, kuliner, kerajinan, hingga pelayanan publik.

Dampak ekonominya akan terasa kuat bila penghematan sumber daya sekaligus menurunkan biaya usaha serta membuka pasar baru.

Kantin Kampus Jadi Contoh Praktik Nyata

Penghargaan Zona Khas untuk kantin kampus memberi contoh ruang penerapan yang konkret bagi standar halal.

Kantin adalah titik pertemuan antara konsumen, pemasok, pengelola, dan pelaku usaha kecil.

Standar halal di kantin ini tidak hanya menyangkut bahan akhir, tetapi juga proses penyimpanan, pengolahan, kebersihan, pencatatan pemasok, dan informasi kepada pembeli.

Lingkungan kampus berpotensi menjadi tempat uji praktik yang kemudian ditiru sekolah, pasar, pusat kuliner, dan destinasi wisata lain.

Nilai Tambah dari Dua Agenda yang Bertemu

Keterhubungan antara ekonomi hijau dan ekonomi syariah dapat menghasilkan nilai tambah bagi pelaku usaha.

Produk yang halal, higienis, hemat sumber daya, dan dapat ditelusuri mempunyai posisi lebih baik di pasar.

Namun penghargaan ini baru bermakna penuh jika standar diterapkan secara konsisten setelah masa penilaian berakhir.

Pelatihan pelaku usaha, pendampingan sertifikasi, pengawasan rutin, dan keterbukaan indikator menjadi kebutuhan berikutnya bagi Magetan.

Menjaga Agar Dua Agenda Tidak Berjalan Terpisah

Magetan kini memiliki modal reputasi untuk memperluas praktik baik ini ke berbagai sektor lain.

Tantangannya ialah menjaga agar ekonomi hijau dan layanan halal tidak berjalan sebagai dua proyek yang terpisah.

Bila disatukan dalam kebijakan belanja daerah, pendampingan UMKM, pengelolaan kawasan, dan promosi daerah, hasilnya bisa lebih optimal.

Penghargaan FESyar ini dapat menjadi pintu menuju pasar yang lebih luas sekaligus tata kelola daerah yang lebih bertanggung jawab.

Daerah lain di Jawa Timur turut berkompetisi pada ajang yang sama, sehingga Magetan perlu terus memperbarui program agar capaian tahun ini tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.

Keterlibatan generasi muda dan pelaku usaha rumahan akan menentukan apakah dua penghargaan ini benar-benar mengubah kebiasaan ekonomi warga sehari-hari di Magetan.

Pemerintah kabupaten juga perlu memastikan capaian ini tercatat sebagai basis data, bukan sekadar kenangan seremoni penghargaan yang lekas dilupakan.

Wilayah: Mataraman