Unisla dan Persela Bahas Sinergi Kampus dan Olahraga

Universitas Islam Lamongan dan Persela jajaki kerja sama akademik-olahraga. Peluang belajar buat mahasiswa terbuka, tapi bentuk konkretnya masih perlu diperjelas.

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi/Jatimverse.id
Ilustrasi/Jatimverse.id

Universitas Islam Lamongan (Unisla) dan Persela Lamongan tengah membahas penguatan sinergi akademik dan olahraga. Hubungan kampus dengan klub sepak bola bisa membuka ruang belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja olahraga sehari-hari. Tapi istilah “sinergi” masih terlalu luas untuk langsung disamakan dengan program magang, riset bersama, atau fasilitas baru.

Sinergi yang Masih Perlu Bentuk Konkret

Buat mahasiswa, klub sepak bola menawarkan banyak bidang belajar di luar lapangan—pengelolaan pertandingan, komunikasi dengan suporter, dokumentasi, kesehatan atlet, analisis data, sampai pemasaran.

Kampus bisa menjadikan pengalaman ini bahan pembelajaran kalau ada pendamping, target, dan penilaian yang jelas. Tanpa rancangan seperti itu, nama besar klub mungkin menarik perhatian tapi manfaat akademiknya sulit diukur.

Persela sendiri berpotensi dapat masukan dari riset kampus soal kebugaran atau perilaku penonton, asal metodenya tepat dan izin datanya jelas—itu baru kemungkinan, bukan kegiatan yang sudah dipastikan berjalan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Program Jalan

Program yang melibatkan atlet dan mahasiswa juga perlu memperhatikan jadwal keduanya—latihan, pertandingan, kuliah, dan ujian punya tuntutan berbeda.

Kalau pesertanya pemain muda, akses pendidikan dan keselamatan peserta harus dibahas sejak awal; kalau pesertanya mahasiswa umum, perlu ada kriteria seleksi yang terbuka, termasuk kejelasan biaya, kuota, dan apakah pengalaman ini diakui sebagai kredit akademik.

Ukuran keberhasilan kerja sama ini nantinya bukan dari jumlah acara seremonial atau foto penandatanganan, tapi dari kegiatan yang benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa maupun klub.

Sisi menariknya bagi Persela sendiri adalah potensi membangun dukungan jangka panjang di Lamongan lewat jalur kampus, mengingat klub sudah punya hubungan dengan sekolah, pedagang, dan penonton setempat.

Tapi keberhasilan kemitraan ini nantinya perlu dilihat dari kegiatan yang benar-benar terlaksana—siapa yang membiayai tiap program, bagaimana data peserta dijaga kerahasiaannya, dan kapan evaluasi bersama antara kampus dan klub akan diumumkan ke publik.

Mahasiswa Unisla yang tertarik terlibat dalam program ini bisa mulai memantau pengumuman resmi dari kampus soal pembukaan pendaftaran, sembari menyiapkan portofolio atau pengalaman di bidang olahraga yang relevan dengan minatnya.

Persiapan semacam ini penting mengingat program kolaborasi kampus-klub biasanya kompetitif dan mengutamakan mahasiswa yang sudah menunjukkan minat serius sejak awal.

Jatimverse.id akan mengikuti kelanjutan pembahasan sinergi ini hingga ada program konkret yang diumumkan Unisla dan Persela, supaya mahasiswa dan suporter tahu persis bentuk kerja sama yang benar-benar berjalan.

Kampus dan klub olahraga lain di Jawa Timur bisa belajar dari kerja sama semacam ini, asalkan sejak awal ada kejelasan target, penanggung jawab, dan cara mengukur manfaat nyata bagi kedua belah pihak yang terlibat.

Redaksi juga akan menanyakan langsung ke pihak kampus soal rencana anggaran dan jangka waktu program ini berjalan.

Wilayah: Pantura