Surabaya Petakan Venue untuk 68 Cabang Olahraga Porprov Jatim 2027, Target Rampung 1–2 Bulan

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi arena olahraga dan lapangan untuk ajang multicabang
Ilustrasi/Jatimverse.id

Pemetaan Dikejar Sebulan Dua Bulan

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pemetaan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X/2027 dapat dipastikan dalam satu hingga dua bulan.

Pemetaan dibutuhkan untuk mencocokkan kebutuhan pertandingan dengan fasilitas yang tersedia. Dari situ juga terlihat lokasi mana yang perlu dibersihkan atau diperbaiki sebelum dipakai atlet.

Skala Pertandingan

Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Surabaya, Indriatno Heryawan, menyebut proyeksi sementara Porprov mencakup sekitar 68 cabang olahraga, 78 disiplin, dan 1.046 nomor lomba.

“Sebisa mungkin kita tempatkan di venue-venue yang ada di Kota Surabaya,” kata Indri pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Sebagai kota tuan rumah, Surabaya akan mengoptimalkan aset pemkot. Pemkot juga menjajaki venue milik Pemprov Jatim, TNI, perguruan tinggi, dan pihak swasta.

Kawasan yang Sudah Dipetakan

Kompleks Gelora Bung Tomo memiliki pilihan arena dalam ruangan, lapangan sepak bola, lintasan sepatu roda, dan fasilitas lain.

Kompleks THOR mencakup fasilitas atletik dan lapangan sepak bola. Lapangan Dharmawangsa ditinjau untuk tenis, hoki, dan sofbol, sedangkan kawasan Kenjeran dipertimbangkan untuk voli pantai dan panjat tebing.

Pemkot juga mengidentifikasi sekitar delapan venue milik Pemprov, empat milik TNI, dan sekitar 12 milik perguruan tinggi yang berpotensi mendukung penyelenggaraan.

Kesiapan Tak Hanya Soal Lapangan

Memakai fasilitas yang sudah ada bisa menahan kebutuhan pembangunan baru. Namun kesiapan tidak ditentukan oleh ketersediaan lapangan semata.

Kondisi permukaan, ruang ganti, akses atlet dan penonton, keselamatan, peralatan pertandingan, dan jadwal pemakaian harus diperiksa tim teknis bersama cabang olahraga terkait.

Rilis Pemkot menyebut beberapa sarana memerlukan perbaikan ringan. Venue ski air di kawasan Wiyung, misalnya, perlu dibersihkan dan dibenahi prasarananya.

Koordinasi juga diperlukan karena sebagian aset berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.

Langkah Setelah Peta Final

Setelah lokasi ditetapkan, perbaikan direncanakan bertahap berdasarkan hasil evaluasi. Pemkot juga berencana mengajak perwakilan kabupaten dan kota meninjau lokasi menjelang kompetisi, supaya kontingen mengenal arena lebih awal.

Peta final akan menjadi dasar jadwal, distribusi pertandingan, kebutuhan transportasi, dan rencana pemeliharaan.

Karena itu, target satu hingga dua bulan perlu diikuti daftar venue yang jelas, kondisi terkini, penanggung jawab perbaikan, dan status kesiapan tiap cabang olahraga.

Tuan Rumah dan Warisan Fasilitas

Ajang olahraga multicabang kerap meninggalkan warisan berupa fasilitas yang tetap dapat dipakai warga setelah kompetisi usai.

Karena itu, perbaikan venue yang sudah ada punya nilai ganda: melayani atlet saat Porprov dan menambah ruang berolahraga bagi masyarakat kota.

Keterbukaan informasi tentang venue yang dipilih akan membantu kontingen daerah, pelatih, dan suporter menyiapkan perjalanan jauh hari sebelum pertandingan dimulai.

Bagi atlet dan pelatih, kepastian lokasi juga berarti waktu persiapan yang lebih panjang untuk uji coba lapangan. Semakin awal daftar venue dipastikan, semakin kecil kemungkinan perubahan mendadak menjelang kompetisi.

Wilayah: Surabaya Raya