Kepolisian Daerah Jawa Timur memberangkatkan personel spesialis sebagai Bawah Kendali Operasi atau BKO untuk membantu pengamanan ajang MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 8 hingga 12 Oktober 2026.
Memperkuat Pengamanan Lini Utama
“Personel Polda Jatim sengaja dikirim untuk mempertebal kekuatan pengamanan yang lini utamanya dikomandoi oleh Polda NTB selama gelaran MotoGP Mandalika berlangsung,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jawa Timur.
Keterangan resmi ini disampaikan pada 7 Oktober 2026 pukul 15.33 WIB, bersamaan dengan pemberangkatan personel dari Jawa Timur ke Nusa Tenggara Barat.
Keahlian Khusus Personel
Personel yang diberangkatkan berasal dari fungsi pengamanan objek vital dan lalu lintas, dengan keahlian khusus yang mencakup operator X-Ray Mobile, X-Ray Scanner, pintu detektor, serta pengawalan VVIP.
Keahlian teknis yang dimiliki personel ini menunjukkan bahwa penugasan kali ini lebih spesifik dibandingkan sekadar penambahan jumlah petugas penjagaan biasa.
Komando Tetap di Polda NTB
Komando utama operasi pengamanan MotoGP Mandalika tetap berada di tangan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, sementara personel Polda Jatim berperan sebagai dukungan tambahan.
Dukungan antardaerah semacam ini lazim dilakukan untuk agenda besar berskala nasional maupun internasional, namun pembagian komando antara daerah pengirim dan daerah penerima harus tetap jelas.
Yang Belum Diungkap ke Publik
Rilis resmi Polda Jatim tidak menyebutkan jumlah pasti personel yang diberangkatkan, titik-titik tugas spesifik, maupun dampak penugasan ini terhadap layanan pengamanan di Jawa Timur selama personel bertugas di NTB.
Evaluasi pascatugas idealnya tetap dilakukan setelah rangkaian MotoGP Mandalika berakhir, tanpa perlu membuka rincian sensitif yang dapat mengganggu aspek keamanan.
Jadwal keberangkatan dan kepulangan personel secara aman juga menjadi hal yang perlu terus dipantau selama periode penugasan berlangsung dari 8 hingga 12 Oktober 2026.
Kesesuaian keahlian personel dengan kebutuhan lapangan, integrasi komando antardaerah, serta pemeriksaan peralatan pengamanan pada akhirnya akan menentukan efektivitas dukungan personel Polda Jatim ini.
Dukungan personel antardaerah untuk pengamanan ajang olahraga berskala internasional seperti MotoGP sudah menjadi praktik umum di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Pengamanan ajang MotoGP Mandalika setiap tahunnya melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai kesatuan, mengingat skala penonton dan kompleksitas pengamanan yang cukup tinggi.
Masyarakat Jawa Timur yang berencana menyaksikan langsung MotoGP Mandalika diimbau tetap mengikuti arahan resmi dari aparat keamanan yang bertugas di lokasi.
Evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan lintas daerah semacam ini biasanya menjadi bahan pertimbangan bagi Polri dalam menyusun strategi pengamanan ajang serupa pada tahun-tahun berikutnya.
Polda Jawa Timur diharapkan terus mengirimkan dukungan personel pada agenda-agenda keamanan besar lintas provinsi sebagai bagian dari sinergi kepolisian se-Indonesia.
Masyarakat yang keluarganya bertugas dalam penugasan BKO semacam ini berharap seluruh personel dapat kembali bertugas di Jawa Timur dengan selamat setelah rangkaian MotoGP Mandalika usai.
Evaluasi menyeluruh pascapenugasan diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi perbaikan sistem pengamanan ajang olahraga internasional di masa mendatang.



