Modal Rp19,8 Juta dari Dana Gen Z, Enam Pemuda Kedungdoro Bangun Usaha Parfum Bersama

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi realistis editorial mengenai usaha parfum pemuda Kedungdoro Surabaya dari Dana Gen Z, tanpa teks atau logo.
Ilustrasi/Jatimverse.id

Enam anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Surabaya, mengembangkan usaha parfum dan deodoran setelah mendapatkan bantuan modal sekitar Rp19,8 juta melalui program Dana Gen Z.

Dari Ide ke Proposal

Modal awal tersebut diterima setelah kelompok pemuda mengajukan proposal usaha kepada program Dana Gen Z yang menyasar anak muda dengan ide bisnis.

“Awalnya kami sudah punya ide untuk membuat usaha, tetapi bingung untuk modalnya. Kebetulan teman-teman Karang Taruna RW 8 punya ide untuk mengembangkan usaha, akhirnya kami mengajukan proposal,” kata Raihan Syah Rafi’, Ketua Karang Taruna RW 8 Kedungdoro.

Pembagian Peran dalam Usaha

Keenam pemuda tersebut membagi peran dalam tiga bidang utama, yakni produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan usaha parfum dan deodoran yang mereka rintis.

Balai RT dimanfaatkan tanpa biaya sebagai lokasi produksi dan penjualan sementara, sehingga biaya operasional usaha dapat ditekan pada tahap awal.

Dari Riset Formulasi ke Keamanan Produk

Riset formulasi parfum dan deodoran yang telah dilakukan kelompok ini perlu diterjemahkan lebih jauh ke pengujian keamanan produk serta pemenuhan ketentuan produk konsumen yang berlaku.

Proses izin edar dan standar kebersihan produksi menjadi aspek penting yang harus dipenuhi sebelum produk dipasarkan secara lebih luas kepada konsumen.

Sistem Bagi Hasil untuk Karang Taruna Lain

Anggota karang taruna di luar kelompok inti juga dapat ikut memasarkan produk parfum dan deodoran ini dengan sistem bagi hasil sebesar 10 persen dari setiap penjualan yang berhasil dilakukan.

Keberhasilan program Dana Gen Z semacam ini pada akhirnya akan diukur melalui omzet, laba bersih, jumlah pekerja yang terlibat, serta kemampuan usaha bertahan setelah bantuan modal awal habis digunakan.

Data penjualan dan biaya produksi usaha ini akan menjadi penanda penting apakah model bantuan modal pemuda semacam ini layak direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di Surabaya.

Program Dana Gen Z merupakan salah satu bentuk dukungan modal usaha yang ditujukan bagi anak muda di Surabaya untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru di tingkat kelurahan.

Pemanfaatan fasilitas publik seperti balai RT sebagai lokasi produksi menjadi salah satu strategi menekan biaya operasional yang kerap diterapkan pelaku usaha pemula dengan modal terbatas.

Usaha rintisan berbasis komunitas semacam ini biasanya membutuhkan pendampingan lanjutan, baik dari sisi pemasaran digital maupun pengurusan izin usaha, agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

Keberhasilan kelompok pemuda Kedungdoro ini dapat menjadi contoh bagi karang taruna di kelurahan lain yang ingin mengajukan proposal serupa kepada program Dana Gen Z.

Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong replikasi program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas semacam Dana Gen Z di kelurahan-kelurahan lain yang memiliki potensi wirausaha muda.

Pendampingan pemasaran digital bagi kelompok usaha pemuda diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk parfum dan deodoran rintisan warga Kedungdoro ini ke luar wilayah Surabaya.

Keberlanjutan usaha semacam ini sangat bergantung pada konsistensi kualitas produk serta kemampuan kelompok pemuda menjaga hubungan baik dengan pelanggan dari waktu ke waktu.

Wilayah: Surabaya Raya