Tes Urine di Aula Rempeg Jogopati
Pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dari camat hingga kepala organisasi perangkat daerah, menjalani tes urine pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyuwangi di Aula Rempeg Jogopati.
Komitmen Zero Tolerance
“Kami tegaskan Pemkab Banyuwangi berkomitmen zero tolerance terhadap narkoba, ini sebagai bentuk komitmen dan integritas sebagai abdi negara,” ujar Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.
Setelah tes urine, para pejabat juga menandatangani deklarasi serta pakta integritas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN.
Satuan Pelaksana Sejak 2015
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebut satuan pelaksana P4GN telah dibentuk sejak 2015 melalui keputusan bupati.
Program ini harus menjaga kerahasiaan data kesehatan peserta serta prosedur konfirmasi lanjutan bila skrining awal menunjukkan hasil reaktif.
Lebih dari Sekadar Seremoni
Pakta integritas semacam ini baru benar-benar bernilai bila diikuti langkah pencegahan, edukasi, kanal bantuan, dan penegakan yang konsisten.
Hasil pemeriksaan secara agregat dapat mendukung akuntabilitas program tanpa perlu membuka identitas individual masing-masing pejabat yang diperiksa.
Yang Belum Diungkap
Rilis resmi tidak memuat jumlah pasti peserta pemeriksaan, metodologi konfirmasi, maupun hasil pemeriksaan secara keseluruhan.
Liputan lanjutan perlu meminta protokol pemeriksaan serta tindak lanjut program yang tetap menghormati hak para pegawai yang diperiksa.
Konsistensi penerapan kebijakan ini di tingkat pejabat diharapkan menjadi contoh bagi jajaran di bawahnya dalam mendukung upaya antinarkoba di Banyuwangi.
Keberhasilan program P4GN pada akhirnya akan diukur dari sejauh mana komitmen ini terus dijalankan secara berkala, bukan hanya sekali dalam setahun.
Komitmen Daerah Antinarkoba
Berbagai daerah di Jawa Timur secara rutin menggelar tes urine bagi aparatur sipil negara sebagai bagian dari kampanye antinarkoba nasional.
Banyuwangi termasuk daerah yang cukup konsisten menjalankan program P4GN sejak dibentuknya satuan pelaksana melalui keputusan bupati pada 2015.
Keterlibatan pejabat tingkat camat dan kepala dinas dalam tes urine ini dimaksudkan memberi contoh langsung kepada jajaran di bawahnya.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten setempat biasanya menjadi mitra utama pemerintah daerah dalam menjalankan program pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.
Konsistensi program semacam ini penting mengingat ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menyusup ke lingkungan birokrasi.
Keteladanan pejabat publik dalam menjaga diri dari narkotika diharapkan ikut membangun kepercayaan masyarakat terhadap integritas aparatur pemerintah daerah secara keseluruhan.
Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pakta integritas ini juga penting agar komitmen yang disampaikan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata.
Perluasan tes urine ke tingkat staf di bawah kepala dinas juga dapat dipertimbangkan agar kampanye antinarkoba ini menyentuh lebih banyak lapisan pegawai pemerintah.
Keterbukaan hasil tes semacam ini juga dapat membangun kepercayaan publik terhadap integritas jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi.



