Konsep Rumah Panggung di Perkemahan Malang
Konsep rumah panggung Lampung hadir dalam bentuk tenda kontingen pada PPSN VI 2026.
Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Lampung, Indra Jaya, meninjau tenda peserta pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Dari Rumah Asal ke Tenda Peserta
“Ini salah satu tenda peserta dari Lampung dengan mengambil konsep tenda panggung. Karena di Lampung rumahnya adalah rumah panggung,” ujar Indra Jaya.
Kontingen Lampung berjumlah 29 orang.
Mereka terdiri atas 24 santri, dua pimpinan kontingen daerah, dan tiga pembina pendamping.
Seluruhnya berasal dari empat pondok pesantren.
Jawa Timur Tuan Rumah, Lampung Pemilik Budaya
Kegiatan berlangsung di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Budaya yang diperkenalkan berasal dari daerah peserta, yaitu Lampung.
Dua hal itu tidak saling menggantikan.
Tenda panggung bukan karya santri asal Malang, melainkan gagasan kontingen Lampung.
Tempat Tinggal Sementara sebagai Ruang Perkenalan
Tempat tinggal sementara selama perkemahan bisa menjadi ruang perkenalan budaya.
Bentuk tenda dapat memancing pertanyaan tentang rumah asal dan kehidupan sehari-hari.
Alasan peserta memilih desain pun bisa menjadi bahan obrolan antarkontingen.
Namun, tenda perkemahan tidak otomatis mewakili semua rumah tradisional Lampung.
Penjelasan budaya yang lebih rinci sebaiknya datang dari narasumber yang kompeten.
Keunikan yang Dilaporkan
Pengumuman menyebut keunikan konsep panggung di arena perkemahan.
Tidak ada ukuran teknis yang dipakai untuk membandingkan seluruh tenda.
Karena itu, tenda ini tidak bisa disebut terbesar, tertinggi, atau paling aman.
Keunikan yang dilaporkan terbatas pada konsep yang diterangkan dalam rilis.
Kebersihan, Kerapian, dan Kedisiplinan
Kunjungan Indra Jaya juga memperhatikan kebersihan, kerapian, kekompakan, dan kedisiplinan peserta.
Hal itu bisa diterjemahkan menjadi pengalaman sehari-hari santri di perkemahan.
Pembagian pekerjaan, penyimpanan barang, dan perawatan ruang bersama adalah contohnya.
Soal Konstruksi
Bentuk panggung membuka kemungkinan pembahasan teknik membangun.
Namun, rilis tidak memuat perhitungan beban, bahan sambungan, atau pemeriksaan struktur.
Menyebut tenda sebagai simbol budaya berbeda dari menyatakan konstruksinya layak ditiru.
Bukan Hanya Soal Lomba
Sudut ini menunjukkan pertemuan antardaerah juga berlangsung lewat ruang yang ditempati peserta.
Cerita perkemahan tidak harus bergantung pada siapa yang menang lomba.
Untuk saat ini, yang terkonfirmasi adalah penggunaan konsep tenda panggung dan kunjungan Indra Jaya pada 4 Oktober.
Pengalaman para santri saat mengenalkan budaya kepada kontingen lain belum didokumentasikan lewat wawancara langsung.
Cerita yang Layak Didengar
Pengalaman santri Lampung saat mengenalkan rumah panggung kepada kontingen lain tentu menarik didengar.
Mereka bisa menjelaskan makna pilihan desain dengan kata-kata sendiri.
Pertukaran cerita semacam itu membuat perkemahan terasa lebih hidup bagi seluruh peserta.
Bagi tuan rumah, kehadiran kontingen dari berbagai daerah juga menambah warna kegiatan di Malang.



