Imbauan Gubernur Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada 30 September 2026.
Imbauan ini berlaku bagi masyarakat umum, instansi, dan lingkungan pemerintah daerah di seluruh Jawa Timur.
Pada 1 Oktober, bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh mulai pukul 06.00 waktu setempat.
Rangkaian ini berkaitan dengan peringatan peristiwa 30 September dan Hari Kesaktian Pancasila.
Pemprov Jatim merujuk pada surat Menteri Kebudayaan Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026 tertanggal 23 September 2026.
Cara Mengibarkan Bendera Setengah Tiang
Pengibaran setengah tiang merupakan tanda penghormatan dalam tata cara kenegaraan.
Secara praktik, bendera dinaikkan terlebih dahulu hingga puncak tiang sebelum diturunkan ke posisi setengah tiang.
Ketika waktu pengibaran berakhir, bendera dinaikkan kembali ke puncak sebelum akhirnya diturunkan sepenuhnya.
Cara ini membedakan penghormatan resmi dari sekadar memasang bendera pada posisi rendah sejak awal.
Jadwal Upacara 1 Oktober
Pada 1 Oktober, pengibaran bendera satu tiang penuh menandai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Upacara di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung pukul 07.30 WIB.
Warga yang tidak mengikuti upacara resmi tetap dapat berpartisipasi dengan memasang bendera sesuai jadwal yang berlaku.
Gedung yang memiliki pedoman internal perlu mengikuti arahan penanggung jawab fasilitas agar pemasangan bendera aman.
Tips Memasang Bendera dengan Aman
Bagi rumah dengan tiang bendera pendek, posisi setengah dapat disesuaikan secara proporsional.
Tujuannya agar bendera tidak sampai menyentuh tanah atau benda lain di bawahnya.
Bendera harus terpasang dengan sisi warna merah berada di atas, tidak robek, dan tidak dalam kondisi kusut berat.
Keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga warga diminta tidak memasang tiang dekat kabel listrik atau menggunakan tangga yang tidak stabil.
Konteks Sejarah yang Perlu Dipahami
Konteks sejarah 30 September dan 1 Oktober perlu disampaikan dengan bahasa yang akurat kepada generasi muda.
Peristiwa 1965 meninggalkan luka politik dan kemanusiaan yang panjang bagi bangsa Indonesia.
Sekolah dapat menggunakan momen ini untuk kegiatan belajar yang berpijak pada sumber sejarah yang kredibel.
Penghormatan kepada korban dan komitmen mencegah kekerasan menjadi nilai penting yang dapat disampaikan kepada murid.
Cek Informasi Resmi Daerah
Warga disarankan mengecek informasi resmi dari kabupaten/kota masing-masing bila ada penyesuaian jadwal di tingkat lokal.
Dengan panduan yang tepat, warga akan memahami bahwa dua hari peringatan ini memiliki tata cara pengibaran yang berbeda.
Setengah tiang pada 30 September sebagai bentuk penghormatan, lalu satu tiang penuh pada 1 Oktober untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Diskusi mengenai sejarah ini sebaiknya menghindari pelabelan terhadap keluarga atau kelompok tertentu di masyarakat.
Penghormatan kepada korban dan komitmen mencegah kekerasan menjadi nilai yang dapat disampaikan tanpa meniadakan kompleksitas sejarah bangsa.



