Juara II Kategori Pariwisata Ramah Muslim
Kabupaten Pasuruan meraih Juara II Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Award Jawa Timur 2026 untuk kategori Pariwisata Ramah Muslim.
Penghargaan diserahkan dalam penutupan FESyar di Surabaya pada 27 September 2026, dan dipublikasikan pemerintah kabupaten pada 28 September pukul 12.26 WIB.
Capaian ini menegaskan bahwa layanan ramah muslim dapat dikembangkan sebagai fasilitas tambahan bagi wisatawan.
Pengembangan layanan itu dilakukan tanpa harus menghapus identitas budaya maupun karakter asli destinasi wisata setempat.
Kepastian Layanan Jadi Kunci
Konsep wisata ramah muslim terutama menyangkut kepastian layanan bagi pengunjung.
Wisatawan membutuhkan informasi jelas tentang tempat ibadah, kebersihan fasilitas, pilihan makanan halal, akses air, jadwal kegiatan, dan lingkungan yang nyaman bagi keluarga.
Ketika informasi itu tersedia secara jelas, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang.
Standar layanan semacam ini juga membantu pengelola destinasi dan pelaku usaha memahami kebutuhan yang selama ini kerap dianggap urusan pribadi pengunjung.
Modal Wisata yang Luas di Pasuruan
Pasuruan mempunyai modal wisata yang luas, mulai dari kawasan pegunungan, wisata alam, budaya, kuliner, hingga jalur sejarah dan pergerakan antardaerah.
Penguatan pariwisata ramah muslim berpotensi memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperbesar belanja mereka.
Dampak ekonomi itu akan terasa apabila layanan ini terhubung dengan usaha lokal secara nyata.
Pelaku UMKM, pemandu wisata, pengelola homestay, rumah makan, pusat oleh-oleh, serta transportasi lokal perlu menjadi bagian dari ekosistem ini, bukan sekadar pendukung di pinggir agenda promosi.
Penghargaan sebagai Awal Evaluasi
Penghargaan ini juga harus dibaca sebagai awal evaluasi, bukan garis akhir.
Pemerintah perlu memastikan fasilitas ramah muslim tidak hanya tersedia pada destinasi unggulan, tetapi juga dirawat dan mudah ditemukan wisatawan.
Label halal, bila digunakan pada suatu tempat usaha, harus dapat dilacak statusnya.
Informasi digital tentang fasilitas ini pun perlu terus diperbarui agar wisatawan tidak menemukan perbedaan antara promosi dan kondisi sebenarnya di lapangan.
Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, lansia, dan keluarga dengan anak idealnya berjalan beriringan dengan pelayanan keagamaan ini.
Standar yang Bisa Dirasakan Warga Sekitar
Jika dirawat secara konsisten, predikat wisata ramah muslim dapat menjadi standar pelayanan yang inklusif sekaligus kompetitif.
Kekuatan Pasuruan bukan sekadar terletak pada gelar juara, melainkan pada kemampuan membuat wisatawan merasa mudah, aman, dan dihargai.
Kenyamanan itu harus dirasakan wisatawan sambil mereka tetap menikmati kekhasan lokal Pasuruan.
Penghargaan FESyar Award ini akan bernilai penuh ketika manfaatnya ikut dirasakan oleh masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Pengalaman daerah lain menunjukkan bahwa sertifikasi dan penghargaan pariwisata mudah kehilangan makna bila tidak dibarengi pembaruan layanan secara berkala.
Pasuruan mempunyai kesempatan menjadikan capaian ini sebagai pijakan awal, bukan sekadar pencapaian yang dipamerkan sesaat lalu dilupakan.



