Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Stadion Wilis, Kota Madiun, resmi berakhir pada Minggu, 27 September setelah berlangsung tiga hari.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa transaksi yang tercatat di dalam area acara mencapai sekitar Rp5,7 miliar.
Angka di Dalam Arena, Belum Termasuk Dampak di Luar
Nilai Rp5,7 miliar ini merupakan laporan panitia yang disampaikan menteri, bukan penghitungan seluruh pengeluaran pengunjung di Kota Madiun.
Hotel, pusat oleh-oleh, kuliner, dan perdagangan di sekitar lokasi acara disebut berpotensi ikut menikmati kunjungan, meski nilainya belum dihitung dalam angka tersebut.
Ada Juga Nota Kesepahaman Rp5 Miliar
Laporan yang sama menyebut adanya nota kesepahaman antara eksportir Indonesia dan importir Arab Saudi dengan nilai sekitar Rp5 miliar.
Nota kesepahaman ini menunjukkan rencana kerja sama, sementara realisasi ekspor baru dapat dilaporkan setelah pesanan, pengiriman, dan pembayaran benar-benar terjadi.
Dirangkai dengan Manasik Haji Nasional
Expo ini digabungkan dengan pembukaan manasik haji nasional untuk keberangkatan 2027.
Kehadiran calon jemaah haji dan umrah memberi pasar yang jelas bagi produk makanan, perlengkapan, layanan, dan usaha perjalanan yang dipamerkan selama acara.
Peluang bagi UMKM Lokal
Produk yang hendak masuk ke rantai pasok luar negeri tetap harus memenuhi aturan mutu, kemasan, logistik, dan biaya transportasi tersendiri.
Pada tahap lokal, penyelenggara diharapkan membantu peserta dengan informasi permintaan nyata serta daftar tindak lanjut bisnis setelah pameran berakhir.
Pesan Kesehatan bagi Calon Jemaah
Menteri Irfan mengingatkan calon jemaah untuk mempersiapkan fisik menjelang keberangkatan ibadah haji maupun umrah.
Ia juga menyebut pembahasan biaya haji bersama DPR masih berjalan hingga saat ini.
Menutup Tiga Hari di Madiun
Dengan berakhirnya expo ini, Kota Madiun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul kegiatan UMKM sekaligus ekosistem haji dan umrah di Jawa Timur.
Transaksi Rp5,7 miliar di arena dan rencana kerja sama Rp5 miliar menjadi dua catatan utama dari penyelenggaraan tahun ini.
Dampak ekonomi bagi warga dan pelaku usaha di luar lokasi acara masih akan terus dipantau dalam beberapa waktu ke depan.
Efek Berganda bagi Ekonomi Madiun
Efek berganda dari kegiatan berskala nasional seperti expo ini biasanya dirasakan lebih luas oleh sektor perhotelan dan kuliner di sekitar lokasi acara.
Kehadiran calon jemaah haji dan umrah dari berbagai daerah turut membuka peluang usaha baru bagi warga Madiun selama acara berlangsung.
Pemerintah Kota Madiun berharap kegiatan berskala besar seperti ini dapat kembali digelar secara rutin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan setempat.
Peran Madiun sebagai simpul kegiatan keagamaan di kawasan Mataraman turut menguat lewat penyelenggaraan manasik haji nasional yang digabungkan dengan expo ini.
Warga yang ingin mengetahui jadwal kegiatan serupa di masa mendatang dapat memantau informasi resmi dari Pemerintah Kota Madiun.



