Warga Kabupaten Jember turun tangan membersihkan sampah anorganik di Sungai Bedadung pada Minggu, 27 September.
Aksi ini melibatkan unsur pemerintah, pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, dan pegiat lingkungan.
Kegiatan bertepatan dengan peringatan Hari Sungai Sedunia.
Bukan Sekadar Turun ke Sungai
Menurut laporan ANTARA, kegiatan ini merupakan upaya merawat ekosistem sekaligus mengajak warga bantaran tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai.
Fokus utamanya bukan hanya banyaknya orang yang turun ke sungai, melainkan pekerjaan lanjutan setelah karung sampah diangkat dari tepi air.
Sungai Bedadung melewati ruang hidup warga Jember sehari-hari.
Ketika plastik dan bahan anorganik menumpuk di bantaran, sumbernya bisa tersebar dari banyak titik: rumah tangga, aktivitas perdagangan, hingga saluran lingkungan yang terbawa air hujan.
Ajakan dari Koordinator dan Warga
Koordinator kegiatan, Endik Sunaryadi, mengajak masyarakat sekitar bantaran ikut menjaga sungai.
Seorang warga bernama Reno menyampaikan kegelisahannya atas sampah plastik dan kondisi ekosistem sungai.
Dukungan warga terhadap kegiatan bersama ini terlihat jelas dari partisipasi lintas kelompok yang turun bersama pada hari itu.
Pekerjaan Belum Selesai Setelah Karung Terkumpul
Pertanyaan berikutnya adalah apa yang dilakukan terhadap sampah yang sudah terkumpul dari bantaran sungai.
Pemilahan, penimbangan, pengangkutan, hingga tujuan akhir material akan menentukan seberapa besar aksi ini benar-benar mengurangi tekanan terhadap sungai.
Data berat sampah, jumlah titik yang dibersihkan, dan jenis limbah belum diumumkan secara rinci dalam laporan yang beredar.
Indikator ke Depan
Yang lebih penting untuk dilihat dalam beberapa bulan mendatang adalah apakah lokasi yang sama kembali dipenuhi sampah.
Akses tempat pengumpulan sampah yang lebih baik dan adanya saluran laporan warga ketika terjadi pembuangan liar juga jadi penanda keberhasilan jangka panjang.
Pemerintah daerah bisa menjelaskan jadwal pembersihan rutin, sementara komunitas dapat menunjukkan titik-titik prioritas berdasarkan pengalaman harian mereka.
Titik Awal yang Nyata
Aksi bersih-bersih pada Minggu ini memberi titik awal yang nyata bagi warga Jember untuk kembali peduli pada Bedadung.
Sungai ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari warga Jember, dan menjaganya bukan pekerjaan satu hari saja.
Nilai dari aksi seperti ini akan bertambah besar apabila tindak lanjutnya, seperti pengelolaan sampah dan pemantauan bantaran, benar-benar berjalan setelah momentum Hari Sungai Sedunia berlalu.
Kebiasaan Warga Jadi Kunci
Persoalan sampah di sungai umumnya tidak selesai hanya dengan satu kali aksi bersih-bersih.
Kebiasaan warga membuang sampah pada tempatnya di rumah masing-masing ikut menentukan seberapa lama Bedadung tetap terjaga kebersihannya setelah momentum Hari Sungai Sedunia berlalu.
Kolaborasi lintas unsur, mulai dari pemerintah, pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, hingga pegiat lingkungan, memberi contoh bagaimana kepedulian terhadap sungai bisa dibangun bersama-sama.
Semakin banyak pihak yang terlibat secara berkelanjutan, semakin besar pula peluang perubahan kebiasaan di sekitar bantaran sungai berlangsung lebih lama.



