Yayasan Lohjinawi mengajak sekitar 300 kader bank sampah dan komunitas untuk membersihkan Kali Mrutu.
Kegiatan ini juga menyasar edukasi kepada warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut.
Dua Penghalang Sampah Dipasang
Yayasan tersebut memasang dua penghalang sampah di sepanjang aliran sungai.
Penghalang ini dipasang di bagian hulu dan hilir wilayah Surabaya utara.
Pemasangan alat ini bertujuan menahan sampah agar tidak terus mengalir hingga ke muara.
Puluhan Ton Sampah Terkumpul
Menurut yayasan, sampah yang tertangkap mencapai sekitar 500 kilogram hingga satu ton per hari.
Sepanjang Juni hingga Agustus 2026, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 56 ton.
Angka ini menggambarkan besarnya volume sampah yang selama ini mengalir melalui Kali Mrutu setiap harinya.
Menangani Akibat, Mencegah dari Sumber
Pengangkatan sampah dari air ini berfungsi menangani akibat yang sudah terlihat di badan sungai.
Sementara itu, upaya pemilahan sampah dari rumah tangga menyasar langsung ke sumber persoalan.
Aliran Kali Mrutu sendiri bermuara menuju kawasan Kenjeran dan Selat Madura.
Karena itu, sampah yang lolos dari penyaringan tidak hanya berdampak pada satu kampung saja, melainkan turut mengalir ke wilayah pesisir lebih luas.
Ekosistem pesisir dan biota laut di sekitar muara turut berisiko terdampak apabila sampah dari hulu sungai terus mengalir tanpa penanganan yang konsisten.
Data yang Masih Perlu Dilengkapi
Metode penimbangan sampah yang digunakan yayasan ini masih perlu diperjelas lebih lanjut.
Pengelolaan sampah setelah diangkat dari sungai, termasuk apakah dipilah lagi atau langsung dibuang, juga belum dirinci.
Keterlibatan pemerintah kota dalam mendukung program ini turut menjadi pertanyaan yang perlu dijawab ke depan.
Kondisi sungai dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi indikator apakah upaya ini benar-benar berdampak jangka panjang.
Angka sampah yang tertangkap ini tidak dapat disamakan begitu saja dengan total timbulan sampah di seluruh wilayah tersebut.
Dengan keterlibatan ratusan kader bank sampah, warga Surabaya utara berharap Kali Mrutu dapat kembali lebih bersih dalam jangka panjang.
Persoalan Sampah Sungai di Perkotaan
Persoalan sampah di aliran sungai perkotaan seperti Kali Mrutu bukan hal baru bagi kota-kota besar di Jawa Timur.
Padatnya permukiman di sekitar bantaran sungai kerap membuat pengelolaan sampah rumah tangga menjadi tantangan tersendiri.
Keberadaan bank sampah selama ini menjadi salah satu solusi untuk mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah.
Edukasi kepada warga bantaran sungai dinilai penting agar kebiasaan membuang sampah ke aliran air dapat berkurang secara bertahap.
Kolaborasi antara yayasan, komunitas, dan warga setempat menjadi kunci keberlanjutan program penanganan sampah sungai semacam ini.
Yayasan Lohjinawi berharap semakin banyak kader bank sampah yang terlibat aktif dalam menjaga kebersihan sungai-sungai di Surabaya ke depan.



