Seorang legislator Jawa Timur mengajak berbagai pihak untuk sama-sama meningkatkan keselamatan berkendara.
Ajakan ini menempatkan pengguna jalan, penyelenggara jalan, dan penegak aturan dalam satu persoalan yang sama, meski perannya masing-masing berbeda.
Peran Berbeda, Tujuan Sama
Pengendara sendiri bisa berperan dengan rutin memeriksa kondisi kendaraan dan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman.
Pemerintah bertanggung jawab menjaga kondisi jalan, penerangan, dan penanganan titik-titik rawan kecelakaan sesuai kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.
Wakil rakyat sendiri punya peran meminta data kecelakaan lalu lintas dan mengawasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan yang rawan.
Pesan Perlu Diikuti Langkah Nyata
Pesan keselamatan berkendara semacam ini perlu diikuti langkah konkret yang bisa diperiksa masyarakat, bukan sekadar imbauan seremonial.
Data titik rawan kecelakaan, misalnya, idealnya dibuka ke publik agar warga bisa lebih waspada saat melintasi lokasi tersebut.
Usulan anggaran perbaikan jalan rawan kecelakaan juga perlu ditindaklanjuti dengan jadwal pengerjaan yang jelas dan terukur.
Angka Kecelakaan Jadi Perhatian Bersama
Kecelakaan lalu lintas masih jadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
Faktor manusia, kondisi kendaraan, dan infrastruktur jalan sama-sama berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan yang terjadi setiap tahun.
Kampanye keselamatan berkendara idealnya menyasar semua kelompok usia, termasuk pelajar dan pengendara sepeda motor yang mendominasi jumlah kendaraan di jalan raya.
Jatimverse.ID akan terus mengikuti tindak lanjut dari ajakan keselamatan berkendara ini, termasuk langkah konkret yang diambil pemerintah daerah.
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan Warga
Warga bisa memulai dari hal sederhana seperti memastikan kondisi rem, lampu, dan ban kendaraan dalam kondisi baik sebelum berkendara.
Menggunakan helm standar SNI bagi pengendara motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil tetap jadi langkah dasar yang sering diabaikan.
Mematuhi batas kecepatan dan menghindari penggunaan ponsel saat berkendara juga jadi kebiasaan sederhana yang berdampak besar pada keselamatan.
Kolaborasi Semua Pihak
Keselamatan berkendara bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan hasil kolaborasi pengendara, pemerintah, dan penegak hukum di lapangan.
Sekolah dan komunitas juga bisa berperan lewat edukasi keselamatan berkendara sejak dini kepada generasi muda calon pengendara.
Jatimverse.ID akan terus mengikuti berbagai upaya kampanye keselamatan berkendara di Jawa Timur pada liputan-liputan berikutnya.
Evaluasi rutin terhadap titik-titik rawan kecelakaan diharapkan menjadi agenda tetap, bukan hanya muncul setelah ada kejadian yang menonjol.
Ajakan legislator ini diharapkan diikuti langkah konkret yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna jalan di berbagai daerah Jawa Timur.
Media lokal seperti Jatimverse.ID turut berperan menyebarkan pesan keselamatan berkendara ini agar menjangkau lebih banyak pembaca muda di Jawa Timur.
Warga diimbau turut menyebarkan pesan keselamatan berkendara ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Setiap langkah kecil dari pengendara diyakini dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya Jawa Timur.



