Mengapa Aktivasi IKD Dikaitkan dengan Perlinsos Digital Jatim?

Pemprov Jatim percepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital untuk mendukung perlindungan sosial yang terintegrasi. Tapi apa artinya buat warga yang belum melek digital?

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi/Jatimverse.id
Ilustrasi/Jatimverse.id

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan layanan perlindungan sosial digital. Tapi buat warga, pertanyaannya bukan sekadar apakah aplikasinya sudah terpasang, melainkan bagaimana identitas ini benar-benar dipakai dalam layanan sehari-hari dan apa pilihan bagi yang belum bisa mengaktifkannya.

IKD Itu Apa, dan Kenapa Dikaitkan ke Bansos?

IKD berkaitan dengan pembuktian identitas penduduk secara digital. Dalam layanan sosial, kecocokan data identitas bisa membantu memastikan permohonan dan penerima manfaat merujuk orang yang tepat.

Tapi penting digarisbawahi: status kepesertaan bantuan sosial tidak otomatis didapat cuma karena aplikasi berhasil diaktifkan—kelayakan program tetap ditentukan aturan masing-masing program, pemutakhiran data, dan verifikasi pemerintah.

Yang Masih Perlu Dijawab Pemerintah

Ada tiga hal yang paling ditunggu warga. Pertama, siapa yang wajib mengaktifkan IKD dan lewat loket mana. Kedua, bagaimana nasib warga tanpa HP pintar, akses internet stabil, atau kemampuan digital memadai. Ketiga, ke mana mengajukan koreksi kalau data identitas dan data sosial berbeda. Tanpa jawaban operasional, kata “terintegrasi” terdengar menarik tapi belum memberi petunjuk praktis bagi keluarga yang membutuhkan layanan.

Integrasi data juga butuh tata kelola yang bisa diperiksa. Warga berhak tahu data apa yang diminta, tujuan penggunaannya, dan cara mendapat bantuan saat terjadi kesalahan. Warga juga perlu waspada: petugas resmi tidak akan meminta kode rahasia lewat pesan pribadi.

Kalau menerima tautan mencurigakan yang mengatasnamakan program ini, cek dulu lewat kanal resmi dinas sebelum menyerahkan data pribadi apa pun. Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program ini sebaiknya diukur bukan cuma dari jumlah akun aktif, tapi dari seberapa terbantu warga yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan.

Bagi pemerintah kabupaten/kota, percepatan aktivasi ini sebaiknya diukur bukan cuma dari jumlah akun yang berhasil dibuat, tapi juga berapa lama proses koreksi data berlangsung dan apakah ada loket bantuan yang bisa didatangi langsung.

Dampaknya juga berpotensi berbeda antara warga kota besar dengan koneksi internet stabil dan warga desa dengan akses terbatas, sehingga program pendampingan tatap muka tetap dibutuhkan selama masa transisi menuju layanan serba digital ini berlangsung.

Warga yang ingin memastikan status aktivasi IKD miliknya sendiri bisa mengecek langsung lewat aplikasi resmi Identitas Kependudukan Digital, atau bertanya ke kantor Disdukcapil terdekat, alih-alih mempercayai pihak ketiga yang menjanjikan bantuan aktivasi dengan biaya tertentu.

Kewaspadaan ini penting karena program identitas digital sering jadi sasaran empuk modus penipuan yang mengatasnamakan petugas resmi pemerintah daerah.

Jatimverse.id akan mengikuti perkembangan implementasi program ini di lapangan, termasuk pengalaman warga yang mencoba mengaktifkan IKD sendiri, supaya klaim integrasi layanan digital ini bisa dibandingkan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

Wilayah: Surabaya Raya