Buruh Bawa 11 Tuntutan ke DPRD Jatim, Tindak Lanjut Jadi Ujian

Koalisi buruh menyerahkan 11 tuntutan ke DPRD Jatim soal upah, PHK, dan alih daya. DPRD janji teruskan ke pusat, publik masih menunggu detail dan tindak lanjutnya.

Oleh Redaksi 3 mnt baca
Ilustrasi/Jatimverse.id
Ilustrasi/Jatimverse.id

Koalisi buruh mendatangi Kantor DPRD Jawa Timur pada 24 September membawa sebelas tuntutan terkait hubungan kerja, ancaman PHK, upah, pekerja platform, hingga praktik alih daya.

Perwakilan dewan menemui massa, menerima draf aspirasi, dan menyatakan akan meneruskan rekomendasi ke pemerintah pusat.

Baru Tahap Awal

Pertemuan ini penting sebagai langkah politik pertama, tapi belum sama dengan diterimanya tuntutan oleh pembuat kebijakan. Ada tiga tahap yang perlu dibedakan: aspirasi diserahkan, rekomendasi dikirim, lalu pihak tujuan memberi respons.

Naskah lengkap sebelas tuntutan itu sendiri belum dipublikasikan secara terbuka oleh organisasi buruh, sehingga isi tiap poin belum bisa dipastikan seluruhnya disepakati DPRD.

Isu yang disorot dalam aksi ini meliputi hubungan kerja, ancaman PHK, upah, pekerja platform, dan alih daya. Daftar tertulis beserta penanggung jawabnya perlu terbuka agar publik bisa membandingkan usulan buruh dengan keputusan yang kemudian keluar.

Siapa yang Harus Ditagih?

DPRD provinsi punya fungsi menampung aspirasi, mengawasi, dan menyampaikan rekomendasi ke pemerintah yang berwenang. Beberapa perkara ketenagakerjaan bisa jadi kewenangan pusat, sementara sebagian lain soal pengawasan di daerah.

Pembedaan ini penting buat tahu ke siapa warga menagih hasilnya nanti—tanpa tenggat dan penerima yang jelas, janji meneruskan aspirasi akan sulit dinilai hasilnya.

Buat pekerja, yang paling ditunggu bukan foto audiensi, tapi kepastian perlindungan kerja dan mekanisme pengaduan yang jelas. Buat perusahaan, kejelasan aturan juga dibutuhkan agar perencanaan tenaga kerja tidak bergantung pada tafsir yang berubah-ubah.

Liputan lanjutan akan menelusuri isi lengkap sebelas poin tuntutan, anggota dewan yang memegang berkas, dinas tenaga kerja terkait, dan kapan tindak lanjutnya bisa dipantau publik.

Pertanyaan mendasar yang masih terbuka: apa isi tertulis sebelas poin tuntutan, mana yang jadi kewenangan daerah, kepada siapa surat rekomendasi dikirim, kapan dikirim, dan kapan jawabannya ditunggu. Tanpa dokumen resmi ini, dukungan yang diklaim dalam pertemuan tetap sulit diuji publik.

Karena rubrik Wakil Kita mengikuti kerja anggota DPRD di dapilnya masing-masing, identitas wakil rakyat yang memimpin tindak lanjut serta dapil yang diwakilinya juga penting diketahui agar warga tahu kepada siapa mereka bisa menagih janji ini di kemudian hari.

Dinas tenaga kerja daerah juga bisa diminta menjelaskan bagaimana pengawas ketenagakerjaan selama ini menindaklanjuti pengaduan yang masuk dari buruh, sehingga warga punya gambaran apakah kanal pengaduan yang ada benar-benar berjalan efektif atau sekadar formalitas di atas kertas.

Transparansi semacam ini penting supaya kepercayaan buruh terhadap proses representasi politik tidak terus-menerus diuji oleh janji yang sulit ditelusuri hasilnya.

Jatimverse.id akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui informasi begitu daftar tuntutan resmi serta tanggapan DPRD tersedia untuk publik, supaya buruh dan warga bisa menilai sendiri apakah janji tindak lanjut ini benar-benar ditepati atau berhenti sebagai catatan rapat semata.

Wilayah: Surabaya Raya